Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 

January, 2008

ginting's picture

Mencumbu Kereta

           Sarmin, bocah berambut ikal, berkopiah abu-abu kusam, bersandal telapak dan jari-jari kaki, berjidat nonong, bermata juling, berbibir sumbing, dan berkulit keling itu memasuki stasiun Tugu Jogja ketika senja baru menyapa kota, mengelir jingga di setiap sudut basah yang baru diludahi langit tadi siang, ketika pelukis baka kelabakan menggambar pelangi dengan seadanya, ketika angin dari Wedi Ombo tersesat setelah nekad menuju ibukota, ketika delman pak-kusir-yang-sedang-bekerja menabrak seorang gelandangan sehingga ter

Administrator's picture

Liberal Humanism

Liberal Humanism tries to bridge reader and literary text based on some principles; that good literature has eternal meaning, that the meaning of literature is in

Administrator's picture

Formalism

Formalism is a way to analyze a literary work, especially focused on its form, not in its content.

Administrator's picture

Feminism

Feminism is a movement that proclaims unequal role between male and female.

Administrator's picture

Ecocriticism

Ecocriticism is a study about relation of literature and natural environment.

Administrator's picture

Cultural Materialism

Cultural Materialism is a study about historical material in a politic frame.

ginting's picture

Existentialism

Existentialism is a philosophical movement which brings an idea that human-beings create

Administrator's picture

Approaches

The followings are approaches commonly utilized as perspectives criticizing literary works.

ginting's picture

8
surat tak terkirim

sepuluh tempat, yang sederhana dan yang mendurjana, diteriakkan sebagai lahan hidup dan mandiri sesuatu yang negara. dari emosi, manjanya investor berlagak bak dewa, letihnya petani dengan harga, pencurian (yang kuno namun jenius), kerakusan,kerinduan, celikan mata atas nasib para pekerja yang diperas keringatnya untuk membuat perusahaan transnasional yang punya merek dagang mendunia semakin kaya (dan dengan bangganya kita memakai produk mereka), sampai pada cinta dan tentram akibat buaian lagu kebangsaan yang seakan hendak menjadi mitos saja, dari situ semua tulisan ini menghembuskan sebahnya. tempat, bukankan itu yang dibutuhkan semua kita? akh..seandainya presidenku membacanya. eh..lalu kenapa?


ginting's picture

Kepada Orang Muda Terdidik 2

Kenapa bisa bangga

atas kekuat-nalaran kita

yang manusia akademia itu

sementara para tengkulak

tetap bebas menipu kakek kawanku

yang setengah mati memikul

panen kacangnya

yang tak seberapa?

 

Highest Points

UserPoints
durgadurga984
molen559
mbik410
wahmuji377
sedik317
dalangpotehi282
ginting268
sescoplo261
titiknol156
otakudang146