Ke Atas ^

Blog


  • Bulan Sekeping Malamku

    Bulan sepucuk surat Gelap menuju malam Bernyanyilah sibunyian rintihan Tampa perapian sambut datang gairah berlalu Aku peluk rindu dan kulepaskan Seperti jerami dan jamur         Malam tampa perapian Aku lepaskan penatku Bukan bara aku jamah Di ujung jenarimu Sampaikan gelisah berkata rindu Sekujur tubuh Satu persatuaan rambut terkat benang suci Berikan pesan buat aku dekap       Padang 2016 Pada burung malam bernyanyilah untuk di samping ini Rinduku aku eja di sajakku        …

    Dibaca 1033 kali
  • NEGERI SUNYI

    Memandang laut menggiring ruang kekanakku ke tepian remah-remah kenang masa lalu dari segulung sejarah palapa tentang nusantara Aku senantiasa menjadi saksi tentang negeri bahari yang tiba-tiba sunyi tersebab hanya serupa mimpi datang lalu hilang kembali sepi Dan kini Dewa Ruci tak mampu berlayar lagi hanya menjadi koleksi museum negeri menggoreskan hikayat riwayat purbawi bumi pertiwi Lalu laut membiru menyeru serupa mantra mengendus setiap senja meliuk di sela-selanya kemudian njelma doa dan selalu menjadi jiwa kita 2015  

    Dibaca 1210 kali
  • berhentilah angin sejenak agar diamku tak beranjak mengumpulkan butiran embun didalam diang malam panjang merakit tirai sair belantara berhentilah angin sejenak desaumu memerihkan mata melantunkan irama gundah membawaku jauh ke samudera berlayar tanpa tujuan dibawah kabut-kabut hitam berhentilah angin berhentilah dibawah bukit ini diamlah bersama keheningan merenda kebekuanku atas rindu yang tak pernah usai sair yang tak pernah sirna kelak kuabadikan disemilirmu pada esok di padang belantara ketika engkau beranjak jauh berpasrah pada waktu tak pernah diam Kubar, 23.11.2014

    Dibaca 1602 kali
  • Malam Sang Pelacur

    Potret hitam putihku Kilauan perak wajahmu terbungkus Kabut tipis, malam itu dalam pangkuan Dan malam dengan raga     Mengoda birahi pada lelaki terluka Aku tergunjing hina Berlayar pada kelambu kusam Jendela tersingkap tatapan kau dan aku     Berilah malam hilang bersama hijab Kau kejar pagi telah berbingkai di tidurmu Nafas yang haram Yang menyulut dengan birahi     Ada yang sudi Berlari dengan kebohongku Engkau dengan ketulusan Berulang di malam itu     Malam mati diujung jalan Kau…

    Dibaca 1485 kali
  • Sastrawan Perlu Gelisah

    (Sebuah Catatan Reflektif untuk Mario F. Lawi) Oleh Eto Kwuta  Mahasiswa STFK Ledalero. Tinggal di Wisma Arnoldus Nitapleat   Beberapa hari lalu, saya mengomentari puisi Diana Timoria yang di-tag pada dinding facebook saya oleh saudara Mario F. Lawi. Puisi Diana Timoria ini dipublikasikan di Harian Sore Sinar Harapan, 22-23 Maret 2014. Komentar sederhana saya kutip dari pernyataan Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, akademisi UI dan sastrawan Indonesia yang sempat melontarkan sebuah pernyataan demikian, “Di masa yang akan datang akan lahir…

    Dibaca 1678 kali
  • Kritikus Mencari Posisi?

    (Tanggapan Atas Opini John Mai) Oleh Eto Kwuta Penghuni Wisma St. Arnoldus Yansen-Ledalero Pos Kupang edisi Sabtu, 15 Maret 2014 menurunkan sebuah opini John Mai berjudul; Kritikus Mencari Posisi. John Mai menanggapi opini Marsel Robot dan Yosep Riang dengan tulisan yang menarik. Ketika membaca tulisan ini, saya merasa perlu untuk mengajukan pertanyaan ini, siapakah kritikus yang mencari posisi itu? Saya cenderung berpikir kalau tulisan John Mai tersebut mensinyalir adanya kecurigaan terhadap seorang kritikus yang belum jelas namanya. Hemat saya, yang…

    Dibaca 1476 kali
  • Oleh Eto Kwuta Mahasiswa STFK Ledalero. Tinggal di Wisma Arnoldus Nitapleat Pameran seni rupa di galeri atau pada acara semacam bienial dan festival memang biasa, tetapi ada pameran di sebuah biara, itu baru hal luar biasa. Beberapa waktu lalu telah diselenggarakan sebuah pameran seni rupa yang unik serentak khas biara. Mengapa khas biara? Pameran ini bukan menghadirkan perupa ternama, misalnya KH Mustofa Bisri, Dian Anggaraini, Nasirun, dan lainnya, tetapi mau memberi warna bahwa dari sekian banyak penghuni Seminari Tinggi St.…

    Dibaca 1678 kali
  • “Bagi Orang yang berasal dari Maluku Utara, sagu adalah ‘penjelmaan dari seorang perempuan. Sehingga, jika ada orang yang akan mengolah, maka harus memohon terlebih dahulu kepada sosok di dalam pohon sagu”. Bapak Dusun menirukan kalimat yang biasa diucapkan, “…kami mohon permisi mau menebangi anda. Kami menebang anda untuk memberi makan anak dan istri. Tolong berikan kepada kami isi sagu yang baik. Setelah itu, batang sagu baru bisa ditebang”.Ungkap Kepala Dusun Bula Air, Seram,Maluku Tengah.(Kutipan dari Tulisan ”Padi Ladang,Sagu dan Minyak…

    Dibaca 1501 kali
  • Pesan Ayah

    Seperti apa yang pernah Ayah sampaikan kepadaku malam itu, di atas meja kayu cokelat yang masih kokoh dengan tegas berkata, "Semua itu tidak ada yang kebetulan, anakku". Bibirku bisu menghadang pertanyaan, belum sempat terlontar sebait kata Ayah berkata lagi, "Kamu hanya perlu berjalan lurus, karena Tuhan telah mempersiapkan yang terbaik untukkmu". Saat itulah, kemudian aku berani membuka mata lebih lebar. Tidak lagi menyipit dan sebelah mata. Ketakutannku adalah kewajaran, tapi pasti bisa ku takhlukkan.

    Dibaca 2111 kali
  • Tanah Lama

    Di perumahan munggil yang pintunya masih terhubung dengan puskesmas tua. Tanah gembur basah, aroma lumut hijau dan jamur-jamur yang subur di ladang jagung belakang rumah. Hujan menari selayak surai kuda poni. Dipan bambu yang menggigil terbebani setumpuk buku-buku perpustakaan yang pernah aku pinjam di perpustakaan sekolah dasar dulu. Si Doel terbitan Balai Pustaka, seketika aku merindukannya, sampai sekarang masih belum aku kembalikan. Ada pula kisah tentang Asal Usul Nama Bangkalan,yang membuatku menyukai tentang cerita rakyat, juga kisah tentang Dipo si…

    Dibaca 2010 kali

Muat Lainnya

Diatra Bulan Ini



Almanak