...celoteh harianku...

merindukan lelaki mulia

Bagiku, lelaki mulia…

Ialah yang tidak menghinakan wanita.

Sikapnya santun penuh hormat,

Ialah cermin dari pribadi yang taat.

 

Lelaki mulia…

Selalu menjaga wanita.

Tak membiarkannya kecewa,

Apalagi terluka..

Oleh janji-janji buta.

 

Lelaki mulia…

Yang tak akan umbar kata,

Baca selengkapnya »

jangan katakan aku tak cinta

Duhai Adam....

Sungguh aku lebih suka saat kau tak mengacuhkanku

Saat tak kau biarkan matamu menatapku penuh

Saat kau tak perduli dengan bujuk rayuku yang mencoba mengalihkan perhatianmu.

Duhai Adam....

Biarkan saja orang menganggapmu gag gaul

Baca selengkapnya »

SEGENGGAM DENDAM

Cahaya gelap membayang

Merasuk jiwa yang tenang

Geram membungkam mayang

Tercabik secara garang

            Mencari cahaya terang

            Diantara lubang-lubang

Baca selengkapnya »

Dinding Cahaya

Kata-kata itu terus mengalir, menciptakan kesadaran hidupku. Rohaniku mengembang dalam perbedaan signifikan di antara keumuman. Bagai menemukan dunia lain dari dunia universalitas yang ada ditemukan berdasar ijtihad penerawangan atas pilihan. Pertanyaan pun ditemukan jawaban nalar kepada sang waktu, dan diolah oleh ruang ketekunan disiplin berfikir yang unik milik pribadi.

Baca selengkapnya »

LOMBA CIPTA PUISI BENTARA BUDAYA BALI 2011

LOMBA CIPTA PUISI BENTARA BUDAYA BALI 2011

Baca selengkapnya »

MUTIARA ILMU MAKRIFAT (Bagian 05)

By Mas Kumitir

Baca selengkapnya »

SERAT ASMARALAYA

By Mas Kumitir

ana wiku medhar ananing hyang agung
kang nglimputi dhiri
wayangan nya  dumumung neng netranira
bunder nguwung lir sunaring surya nrawung
aran nur muhammad.

weneh muwus jatining kang murbeng idhup
yaiku pramana
kang misesa ing sakalir
dumuning neng utyaka guruloka.

Baca selengkapnya »

Dibalut Mimpi

Aku heran dengan perkembangan jaman saat ini, jaman yang terbalik, membingungkan, dan di setiap tempat ku temukan hal-hal yang menjijikan, orang-orang sibuk mencari kesenangan, kemewahan, dan menumpuk kekayaan, mereka seperti buih di pesisir pantai yang diterjang ombak, mereka lari tunggang langgang mencari perlindungan tapi tak mampu, lalu pasrah dilahap oleh ganasnya monster materialisme

Baca selengkapnya »

Memaknai Hidup

Kita mesti memandang manusia itu jangan dari luarnya saja tetapi juga memandang dari apa yang bisa menjadikan dirinya bisa tegak berdiri menahan goncangan dan terpaan hidup yang makin sulit dan terkadang tak mengenal batas itu.

Baca selengkapnya »

Pena Ku

Pena Ku

Untuk Penaku
Senandung Syair cerita lama
Tawa ceria kala bersama
Tak ada ragu dalam sapa
Walau yang dulu itu hanya kenangan

Untuk penaku yang akan pergi
Jangan lupakan kisah-kisah tentang kita
Menagislah tanda kepergian mu
Tertawalah tanda ketidak pastian
Kapan kita akan bersua lagi

Untuk penaku yang tak terganti
Akan kujadikan cerita untuk anak cucuku nanti

Baca selengkapnya »

Berlari Mengejar Mimpi

Berlari dan berlari mengejar mimpi yang harus terwujud...
Akankah penantian selama ini akan tercapai, ...
harus dilalui penuh rasa sabar dan tawakal, ingat hidup itu penuh perjuangan...
Berlari dan jangan pernah utk kembali,

Tuhan, apa khabar hari ini?

jakarta' 14 dec 2009

Tuhan, apa kabar?

berpuluh minggu aku tak berkunjung
Aku yakin kau rindu aku slalu
Aku merasakan itu dalam sekarang.

Tuhan, apa nasehat baru’mu untukku?
Aku peduli walau raga ini tak hadiri
Hari ini aku gemetar lagi membayangkan’Mu
Maaf aku tak hadir pada misa terakhir

Aku hanya menyapa dalam hampa dan sedih
Hari ini aku memujamu,sungguh
Ingat masa kanak-kanak indah denganMu
Aku terpaku: doa ini sapaku

Sedikit gemetar kuresapi dirimu
Lama tidak dialog, Aku tahu kekuatanMu
Episode ini kuharap

Baca selengkapnya »

cermin di atas

Revolusi, sering dimainkan oleh para revolusioner yang berteriak turun, ke cermin di atas.

Saya ingat, Mei 1998, Jakarta sangat panas. Meski umur baru beranjak remaja, saya tau apa di kepala orang-orang saat itu: Pangkal masalah adalah Soeharto, dan kroni2nya.
Turunkan. Maka masalah selesai; keadilan tegak, perut semua orang kenyang, dan air mata tak akan tumpah krn terhina.

Baca selengkapnya »

Dialog tadi malam..aku dan kamu..kita..

me: hei??sibuk??
you: gak, lg refreshing aja.biasa akhir bulan byk kerjaan.
me: km keadaanmu??
you:baik-baik saja
me:syukurlah
you:bagaimana denganmu??
me:fisik oke
you:semuanya baik-baik saja kan
me:mampir ya ke blogku
you:oke..ntar aq mampir
me:oke
you: aq gak ngerti apa yg km tulis di blogmu
me:kan td tny gmn keadaanku, ya itu aq tulis di blogku
you: oke..knp bisa bgitu??
me: couse u

Baca selengkapnya »

sudah lama aku tidak "berdoa"

sudah lama aq tidak "berdoa"
"berdoa" bagi raga dan jiwa
"berdoa" moment ku untuk bersyukur
dan lagi-lagi mengadu masalah itu-itu saja ..huh ada - ada aja..

sudah lama aku tidak "berdoa"
yang katanya mewujudkan kepasrahan pada yang Punya Segala.."katanya"

sudah lama aku tidak "berdoa"..
mungkin aku sudah lupa urutannya..
ah tapi itu hanya urutan..yang penting ritualnya..

Baca selengkapnya »

km pernah bilang

km pernah bilang ..
km memilih bersamanya..daripada bersamaku..
dia yg mencintaimu meskipun cintamu bukan miliknya..
dan..
aku yg mencintaimu tapi tidak bisa membuktikan cintaku padamu...

km pernah bilang..
aq bukan wanita impianmu..
km pernah bilang..
enyahlah aku dari hati dan hidupanmu..

km bilang "itu" dan "itu"..
kata-kata "itu" tidak pernah berhenti dari mulutmu...

Baca selengkapnya »

.. aku dan kamu ..

aq disini...
memendam rasaku..
saatmu..saatku
aq dan kamu berbeda rasa

dan akhirnya saat ini tiba..
saat cinta tak lg sehangat awalnya

hari ini..entah yang keberapa kali..

hari ini..entah perulangan yg keberapa kali dari bagian hari2 sebelumnya..tiap tanggal seperti hari ini..
tanggal terpilih untuk berefleksi dan sedikit berdiam diri untuk sekedar dilatasi memory..
tapi yg terjadi ???
berulang kali yg terjadi hanya sobekan-sobekan yang mulai mengisi kotak kecil di sudut ruang hati..
tiap kali mencoba menata hidup..tp yg terjadi malah kontradiksi..

Baca selengkapnya »

semangkok sop kaki kambing dan peluit parkir

setelah semangkok sop kaki kambing yang kita nikmati bersama-sama di pasar terban tempatnya bang udin yang seharga sembilan ribu rupiah plus lima ratus rupiah untuk parkir...

ah, orang-orang dengan peluit di mulut mereka itu...
aku benci mereka...
menjajah ruang dan mengintervensi ruang publik hanya berbekal peluit seharga seribu lima ratus rupiah saja...

Baca selengkapnya »