Gantikan Aku di Sisinya

Wahai langit
Sampaikan padanya
Ku di sini merindukannya
Sejauh apapun Ia saat ini
Wahai Angin
Temanilah langkahnya
Kemanapun Ia pergi
Aku menunggunya di sini
Aku tidak tahu pertanda apa kah ini
Mungkinkah dengan semua ini
Aku berharap terlalu banyak
Aku memang egois
Aku tak ingin kehilangan cintanya
Walau aku bukan miliknya lagi
Kalau saja aku bisa memilih
Tanpa harus menyakiti hatiku
Wahai malam
Selimuti tidurnya dengan kerlip bintang
Gantikan aku di sisinya

kerinduan
betapa semilir angin yang bertiup
kering serasa di kerongkongan
tak ada yang bisa menyejukkannya lagi
diatas semua yang tertumpah
hanya aral yang menutup asa
kapankah aku akan terbangun dari mimpi
dikala jaman semakin berubah
kumasih terlelap
diam terpaku
menyesal tak ada guna
manis lagi.
ini masih saja manis. mungkin kalau aku baca puisi yang berikutnya juga akan merasakan hal yang sama...
amarah durga
thanks
makasih yanh commentnya,, tapi kadang-kadang aku juga ga ngerti ,,hehe,,
so,
salam kenal aja..
Post new comment