hanya nama
Pernah suatu kali seorang perempuan menangisi kekasihnya karena kekasihnya dipuja oleh banyak perempuan, lalu kekasihnya berkata “jangan menangisi ku karena hal yang kekanak-kanakan, kau hanya boleh menangisiku saat Tuhan menginginkanku!”
Suatu hari perempuan itu dijanggal oleh sesuatu, sepanjang hari perasaannya menjadi galau, ia juga heran, mengapa ia ingin semua orang tahu kalau ia sangat mencintai kekasihnya.
Saat malam tiba, perempuan itu terus terjaga, perasaannya masih tak menentu. Ia berdoa kepada Tuhan untuk ketenangan,dan kedamaian agar dia dapat menghadapi masalah apapun dengan tegar. Tiba-tiba ia terpikir oleh kekasihnya, lalu air matanya menetes…
Hatinya bertambah galau…. Ia percaya firasat.
Perempuan itu langsung menghubungi sahabatnya, menceritakan semua ketakutannya. Ternyata sahabatnya memiliki jawaban atas keluhannya…..
“Susul ia sekarang… dia belum juga bangun dari komanya…. Maaf ku coba untuk menghubungimu, tapi tak ku dapat cara.”
Hati perempuan itu telah lebih dulu berlari, imajinasinya telah melihat sosok yang dicintainya telah membisu masih terjabak di alam ketidak sadaran, tapi tubuh perempuan itu tak bisa pergi kemana-mana, kakinya tak mampu menyeret tubuh yang bergetar hebat dan menangis pilu itu.
Tapi ia belum membuang harapannya, ia bangkit dan mengumpulkan keberanian….
Imajinasinya terus memburunya untuk menghadirkan bayangan-bayangan terburuk….
Ia diliputi perasaan galau, kacau, hampa, sedih, amarah, dan ragu…..
Ia tak lagi dapat berkuasa atas emosinya, ia takut menerima firasatnya….
Perempuan itu mendapati kekasihnya yang masih belum juga kembali dari alam koma, tapi ia tetap setia, masih setia menanti kekasihnya….. selalu setia menunggu di sisinya….
Suatu hari saat kewajiban mengharuskannya pergi…..
Untuk sesaat kekasih perempuan itu kembali dari alam koma….
Ia terus memanggil nama perempuan itu, ia sangat ingin mendekap, menginginkan kekasihnya ada bersamanya saat ini….
Di lain tempat perempuan itu merasa mendengar seseorang memanggilnya, ia percaya dengan ikatan batin…. ia yakin kekasihnya memanggil namanya…..
Tak pedui apapun yang terjadi…. Tak peduli apapun yang mengahalang langkahnya….
Ia kembali untuk kekasihnya yang telah menantinya……memanggil namanya
Tapi Tuhan menginginkan hal lain….. Tuhan mempunyai rencana lain untuk kehidupan mereka berdua….
Tuhan mengembalikan kehidupan pria itu, tapi Tuhan menginginkan nyawa perempuan itu sebagai gantinya…..
Pernah sekali perempuan itu berdoa dengan segenap hatinya…….
“Tuhan….. aku sangat mencintainya, ku rela menukar nyawaku demi dia. Tapi cukup saat ku hidup saja aku ada dalam ingatannya, saat Kau menjemputku hilangkan aku dari ingatannya. Karena percuma dia hidup jika dia mengharapkan aku akan ada disisinya….!”
Saat pria itu sudah benar-benar kembali ke kehidupannya, tak sedikitpun ia teringat dengan kenangan bersama kekasihnya…..
Ia hanya mengingat nama perempuan itu…..
Hanya namanya, untuk selamanya…..



