gunung merapi
Suatu malam terdengar suara burung hantu dibelakang rumah mang Idin. lalu aku mencoba untuk menangkapnya. Aku dan saudara tuaku Imron pergi menyusuri pematang sawah yang ada dibelakang rumah mang Idin. Kami berdua penasaran ingin menangkap burung hantu yang sudah lama meresahkan warga. Kata warga yang senang dengan hal-hal gaib mereka berkata bahwa burung itu adalah burung jelmaan sibuta dari gua hantu. Hah zaman seperti ini ko masih ada aja yang percaya dengan yang begituan.
Seperti bulan kemarin aja dikampung Tumseaye geger dengan cerita bahwa arwah Sinto Gendeng gurunya Wiro Sableng berkeliaran menjelama menjadi Poling (pocong keliling). padahal pada kenyataannya poling itu adalah rekayasa para pencuri ayam di kampung tersebut. Ya begitulah zaman semakin kesini semakin edan.
Malahan katanya dikota sekarang sedang geger dengan film Kiamat 2012, kiamat ko bisa ditebak. apalagi tuh Papah Lauren eh salah mamah Lauren maksudnya yang lagi seneng-senengnya meramal eh ikut-ikutan pula meramaikan keadaan kota yang lagi genting dengan masalah Cicak Lawan Buaya. MUI juga ikut-ikutan dalam keramaian kota. Padahal masih banyak masalah yang dihadapi umat islam sekarang. Eh ulamanya malah sibuk ngurusin film yang katanya bikin geger dunia. Seharusnya MUI sekarang harus mengurus masalah umat islam yang sedang terjajah. Pesan untuk MUI mari kita bersama aku dan Bang Imron menegakan syariah islam dengan menegakan negara Khilafah. Jangan ditunda-tunda lagi masalah penegakan Khilafah Soalnya menyangkut kemaslahatan umat.
Sementara malam ini aku dan Bang Imron mencoba untuk menangkap burung yang membuat warga percaya pada takhyul. Masalhnya menangkap burung ini juga menyangkut kemaslahatan umat. Kan Cuma semalam doang paling sekitar dua tiga jaman. besok kita bersama deh tegakan khilafah oke. Setelah aku dan Bang Imron berada di belakang rumah mang Idin aku mencari-cari burung yang terus mengumbar suara tawanya yang persis seperti Mak Lampir. Karena keadaan gelap aku tak bisa melihat dimana burung itu berada. Lama-lama aku dan Bang Imron melihat sebuah bayangan yang ternyata adalah burung tersebut. setelah aku dan si abang melihat dengan samar2 lalu kamipun menangkapnya. ternyata menangkap burung hantu itu tidak susah hanya membutuhkan sebuah strategi yang jitu seperti strateginya kala Kala Gondang. setelah tertangkap ternyata burung itu tidak bisa mengeluarkan suaranya karena mulutnya tersumbat pisang molen. sedangkan suara yang ada setiap malam adalah suara dari speaker kecil yang dipasang di sayap burung itu. ini adalah ulah panglima kumbang. Dia ingin memangil Sembara dengan suara burung yang kaya Mak Lampir. Dan pada akhirnya aku dan bang Imron lah yang mendapat hadiah atas penangkapan burung yang meresahkan warga Gunung merapi selama beberapa hari ini.
setelah aku dan bang imron berhasil menangkap burung hantu yang mengegerkan warga gunung merapi itu, aku dan bang imron pun pulang ke rumah untuk tidur. Pagi itu sekitar jam setengah lima aku bangun lalu pergi ke air pancuran yang ada di pinggir rumah untuk mengambil air wudhu. Setelah mengambil air wudhu aku menuju musholah yang ada di tengah rumah. Ternyata Bang Imron sudah ada ditengah mushola, dia sedang khusyu berjikir. Akhir2 ini bang imron emang sangat khusyu dalam berdoa, katanya sih dia ingin mengkhitbah sorang akhwat yang bernama farida pasha, ituloh perempuan pemeran Mak lampir dalam pilem gunung merapi.
Aku pun melaksanakan salat subuh berjamaah dengan bang imron. Selesai salat subuh aku berjalan ke samping rumah menuju pesantren al huda untuk mengisi pengajian. Pagi itu adalah giliran aku mengisi pengajian di pesantren. aku mengisi pengajian dengan tema tentang jalan menuju iman.
“teman-teman semua bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum alam kehidupan dan sesudah kehidupan dunia. Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini, untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain. Sebab pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat mafahim (persepsi) terhadap segala sesuatu.”(dikutip dari kitab nijamul islam)
Setelah pengajian selesai dilakukan sedikit diskusi ringan tentang pemerintahan Indonesia. Pemerintahan yang begitu mengagungkan demokrasi. “teman-teman saat ini sekitar 75% APBN Indonesia dibiayai dari pajak rakyat. Sisanya sekitar 25% bersumber dari non pajak, seperti BUMN. APBN Indonesia juga masih bergantung pada utang luar negeri.” Saat itu salah seorang santri bertanya: “Kang kemanakah kekayaan Indonesia yang terkenal melimpah ruah? Kemanakah larinya hasil-hasil emas, perak, tembaga migas, batubara, dll yang sesungguhnya jumlahnya sangat luar biasa dan bisa menjadi sumber utama pendapatan Negara? Mengapa lagi-lagi pajak yang justru menjadi andalan APBN?” ya begitulah Indonesia teman-teman kekayaan Indonesia sekarang telah dikuasai swasta, baik asing maupun domestic. Akibatnya, Negara atau pemerintah tidak mempunyai sumber pendapatan lain. Selain pajak.



