Harry Potter and the Haalf Blood Prince

Premier Asia tanggal 16 Juli 2009, dan ternyata Jogja juga kebagian. Curiga akan terjadi antrian panjang, maka saya datang pagi-pagi ke bioskob. Dan ternyata apa yang saya takutkan terjadi, di Empire XXI, terjadilah antrian yang sangat panjang. Sekitar Jam 10.00 pagi, sampai di Empire dan parkir motor sudah sangat ramai. Oh, tidak. Begitu memarkirkan motor dan bersiap masuk, ternyata tidak bisa masuk, karena antrian sudah sampai pintu masuk, lah, kok bisa begini. Akhirnya saya memutuskan untuk segera ke bioskob yang satunya, ada di Amplas. Bergegas dengan akselerasi maksimum saya meluncur. Sampai di Amplas sepagi itu juga ternyata parkiran motornya udah penuh, waduh, alamat antri juga. Dengan beberapa orang yang tidak saling kenal dan saling sapa, saya melangkah ke lantai tiga. Dan begitu sampai di bioskob, ternyata memang ramai.

Suasana di bioskob amplas walaupun memang ramai, tetapi tidak sepadat di Empire. Yah, ada 4 antrian, dan saya memilih antrian yang di tengah. Mulai mengantri dari pintu bioskob. Di pagi yang dingin dan berdiri di pintu bioskob sangatlah tidak disarankan, karena ada pendingin di atas pintu yang mengembuskan angin dengan sangat kencang. Mungkin karena belum dibuka juga loketnya, jadi saya berdiri dibawah pintu lumayan lama, sekitar 5 menit dan tidak bergerak. Saya sempat terpikir juga sih, ternyata banyak juga orang jogja yang ga punya kerjaan di jam kantor seperti ini. Dengan semangat mendapatkan tiket premier saya menahan dingin dan haus.

Baru sekitar 25 menit kemudian saya sampai di depan loket. Ada 4 pertunjukkan di satu studio, dan saya memilih yang jam pertama, jam 12.00. Di luar dugaan saya, ternyata masih banyak kursi belum terbeli, mungkin gara-gara banyak yang beli untuk pertunjukkan malamnya. Wow, memuaskan sekali. Untung saja kali ini saya bisa bangun pagi, jadi dapat tempat di belakang. Yes.

Jam 12 kurang 10 menit gitu saya masuk deh ke studio satu, studio dengan kapasitas penonton paling banyak di bioskob itu. ow, ternyata kursi penonton juga penuh sampai depan. habis juga ternyata tiketnya, sekitar 320an kursi habis terpakai. Ugh, ramai sekali, padahal jam 12.00 biasanya jam sepi penonton.

Dan eng...ing...eng...film pun dimulai. Ceritanya suasana di sekolah sihir Hogward sedang mencekam, Voldemort semakin mengancam kelangsungan kedamaian di bumi dengan ilmu hitamnya, semua murid dan guru harus sangat berhati-hati. Kuasa kegelapan mulai menyusup di Hogward. Tidak bisa diketahui mana yang musuh mana yang bukan. Penghianatan ada di mana-mana. Tipu muslihat adalah fashion yang sedang ngetrend di Hogward. Tetapi Harry Potter, pahlawan kita, tetaplah menjadi murid yang lugu dan naif. Harry menemukan buku pegangan untuk mata pelajaran ramuan ajaib milik Half Blood Prince yang misterius, tidak ada yang tahu siapa itu pangeran berdarah campuran, bahkan setelah dicari di perpustakaan pun tidak ada petunjuk sama sekali. Hanya saja kejadian magis yang bisa berujung maut tetaplah terjadi. Oh tidak, ada apa sebenarnya dengan Hogward? Kenapa Hogward menjadi sangat mudah disusupi oleh penjahat? Dan apa hubungannya pangeran berdarah campuran ini dengan semua kejadian jahat yang terjadi di Hogward? Silahkan temukan sendiri jawabannya setelah kamu semua mononton film ini. Dan jika kamu-kamu memang ada yang menemukan jawabannya, silahkan beritahu lewat forum, karena saya sama sekali tidak melihat hubungan Pangeran berdarah campuran dengan kejadian di Hogward.

Serius, ceritanya memang tidak membingungkan, alurnya berjalan lancar dan sangat mudah diterima, tidaklah sulit untuk memahami cerita ini. Hanya saja, dengan judul Harry Potter and the Half Blood Prince, saya tidak menemukan pentingnya peran si pangeran berdarah campuran di cerita ini. Saya tidak tahu apakah di novelnya diceritakan dengan jelas atau tidak, karena saya tidak membaca novelnya. Di akhir film ini memang dikuak siapa sebenarnya pangeran berdarah campuran ini, hanya saja siapa dia sudah tidak dipermasalahkan lagi, mungkin penonton juga lupa dengan adanya tokoh satu ini, sampai akhir film diingatkan kembali. Terus kenapa kalau dia pangeran berdarah campuran? Pertanyaan itu masih hinggap di benak saya sampai saat ini.

Ya, cerita di film ini mungkin terlalu banyak cabang yang tidak begitu penting. Adegan awalnya saja tidak ada ketahuan hubungannya dengan cerita intinya apa. Terus ada cerita tentang kebakaran rumah juga tidak diteruskan akhirnya bagaimana, nasib penghuninya gimana, dan gimana si penghuni meloloskan diri juga tidak selesai. Cerita sampingan tentang asmara Harry Potter, Ron Wesley, dan Hermione Ginger juga terlalu memakan porsi yang besar. Seperti memaksakan untuk ada adegan asmara di film ini. Ya wajar juga sih kalau ada adegan asmara, kan ceritanya juga tentang para remaja yang rapuh akan percintaan, dan tidak bisa dipungkiri kalau ini memang cerita yang akan selalu hadir di hampir semua film. Dan bisa juga dihadirkan untuk menarik minat penonton lebih banyak lagi. Di trailernya saja terlihat kalau di film ada adegan percintaan yang masih misterius antara siapa dengan siapa, woh, kan jadi tambah penasaran tuh para penonton film. Tetapi tetap saja seperti menonton potongan pendek adegan demi adegan.

Kekurangan pada cerita yang terlalu bercabang, tidak selesai, dan tidak jelas ternyata tertutupi juga oleh sajian efek yang menakjubkan. Oh iya, efek visual yang dihadirkan juga menutupi lelucon yang tidak lucu. Untunglah. Efek visual yang sangat magis membuat saya menikmati film ini. Bagus loh efeknya, tidak murahan. Membuat saya hampir mengucapkan ’wow’ setiap saat. Efek visual Harry Potter mempecundangi efek visual yang ada di film TRANSFORMERS yang rilis sebulan sebelumnya. Top dah, tidak mengecewakan.

Saya masih salut dengan para aktor-aktris yang teribat. Mereka terlibat sejak film Harry Potter yang pertama, Harry Potter and the Sorceres’ Stone. Tampak sekali perkembangan karakternya sewaktu mereka masih berusia sangat muda sampai remaja sekarang. Perjalanan menuju kedewasaannya sangat menarik untuk diamati. Aktingnya juga mengalami perkembangan yang semakin bagus, walaupun pelan, tetapi cukup signifikan. Mungkin ini sesuai dengan apa yang ada di novel, karakter yang semakin lama semakin dewasa di setiap novelnya. Apa yang tertulis tentang satu tokoh di novelnya, tergambar jelas lewat para aktor-aktris di filmnya. Oke deh!

Nah, untuk novelnya sendiri, Half Blood Prince adalah novel ke-enam dari tujuh seri Harry Potter. Saya hanya membaca Novel Harry Potter sampai buku ke-empat, Harry Potter and the Goblet of Fire. Dan saat itu saya tidak tertarik untuk menonton filmnya. Menurut saya filmnya terlalu anak-anak dan sama sekali tidak keren. Walaupun pada akhirnya saat ditayangkan di televisi saya tetap menontonnya, dan ternyata benar, filmnya tidak membuat saya tertarik, ceritanya juga biasa saja sih. Baru setelah saya menjadi penonton film bioskob, saya menonton film ke-limanya, Harry Potter and the Order of Phoenix, dan ternyata ceritanya sangat suram. Saya sangat suka dengan film yang bernuansa suram seperti itu. menarik sekali untuk dinikmati. Pokonya film kelima Harry Potter tampak sangat jahat, tidak kelihatan kalau ini film untuk anak-anak. Saya pun mulai memahami kenapa serial Harry Potter digemari banyak orang, walaupun setelah nonton Order of Phoenix saya menyewa vcd seri Harry Potter sebelumnya dan tetap tidak suka. Haaaaaa…

Yah, walopun banyak kurangnya, tapi Harry Potter ini tetap layak tonton kok, dari pada nonton Transformers, mending nonton Harry Potter. Tapi, daripada nonton Harry Potter mending nonton Ice Age 3-Dawn of the Dinosaurs, haaaa…kocak banget.

 gambar ginthink

kalau menurut saya,
pangeran berdarah campuran itu,
tokoh figuran yg penting .
buku pangeran yang di pegang oleh harry,
membuat harry jadi murid yang terbaik di kelas ramuan .
dan membuat harry jadi dekat dengan prof.horace,
shg memudahkanny untuk mencari informasi tentang tom riddle ,

ingat harry potter yg pertama?
tentang batu bertuah?
bukankah kisah ttg batu itu hny di ungkap pada akhir,
dan tidak ada di ceritakan dari awal film

bgtu juga dgn harry potter yg k6 ini,
pangeran berdarah campuran hanya tokoh figuran yang sangat penting pada cerita.

kalau tdk ad bukunya trsbut,
mungkin misteri ttg tom riddle,
tdk akan pernah diketahui..

trimakasih
^^v