Ketika Cinta Bertasbih
Selamat deh buat Indonesia yang sudah memiliki sebuah mega film, judulnya KETIKA CINTA BERTASBIH (KECIBIH). Hmmm..apa sih sebenarnya yang bikin film ini menjadi sebuah mega film? Nah, saya juga tidak tahu tuh. Mungkin...mungkin loh ya, ini jadi mega film karena biaya yang dikeluarkan untuk produksi film ini juga cukup mega, alias tidak sedikit. Karena sutingnya sendiri dilaksanakan di Kairo, Mesir, nun jauh di sana. Alhasil jadilah ini film ongkosnya banyak betul. Cukup aneh buat saya ketika memberikan predikat sebagai sebuah mega film hanya karena memakai bujet yang besar. Soalnya secara kualitas belum tentu ini film akan menjadi sesuatu yang mega dan menjadi patron baru di industri perfilman Indonesia. DI televisi, saat saya sedang menyaksikan acara gosip gituh, ada wawancara dengan pihak rumah produksi KECIBIH, Sinemart, dia menggadang-gadangkan kalau film ini akan menjadi sebuah mega film, karena ongkos produksinya juga 6 kali lipat pembuatan film Indonesia yang sebelum-sebelumnya. Terlebih lagi karena ini film sutingnya asli di Kairo. Wow, mega karena itu ya, walaupun pihak Sinemart juga tidak berani menyebutkan angka. Hakhakhak...Nah, kira-kira kalau Indonesia bikin film mungkin ongkosnya sekitar 20 miliar, nah, kalo 6 kali lipatnya ya jadinya sekitar 1,2 triliun rupiah...hmmm, ah Cuma dikit kalo dibandingin ama film hollywood gituh. Tapi kalo ngeliatnya dari Indonesia yang ekonominya lagi carutmarut beginih, kok kayanya duid segitu buat bikin film doang ongkosnya kok banyak banget yah...hmmmm...ga tau deh.Tapi-tapi-tapi, ada kemungkinan lain kenapa film ini dikatakan mega film, yaitu karena promosinya. Promosinya kan juga lumayan mega tuh, balihonya banyak banget di jalan-jalan gituh. Balihonya juga bergambar poster filmnya yang sama sekali tidak indah. Disain posternya terlalu lugu dan tawar. Jadi posternya tuh ada para tokoh yang di film, ditumpuk sama judul film, terus di pojok kanan atas ada tulisan melingkar, dijamin asli suting di Mesir. Wow, emang ngapah kalo suting asli di Mesir? Terus di bawah judul ada nama-nama pemainnya, nah dibawah pemainnya tuh ada tulisan, film yang ditunggu di 8 negara, terus dibawah tulisan itu ada nama-nama negaranya, saya lupa negaranya apa ajah, tapi ada Malaysia, Filipina, Thailand, dan lainnya. Mungkin yang menanti adalah TKI yang kerjana di sana, haaaa...!Eh, iya, saya waktu nonton di tivi jugak ada pak capres Jusuf Kalla yang berpidato setelah dia nonton film KECIBIH ini, katanya dia bangga dengan film Indonesia yang satu ini, filmnya bagus banget dan dibuat oleh anak negri sendiri. Wah, pak JK ini sangat bersemangat sekali. Mengingatkan saya pada pendapat pak SBY yang dulu juga menyaksikan film Ayat-Ayat Cinta, katanya film AAC membuat beliau menangis. Oh, so sweet! Memangnya sebagus apa sih film ini, saya jadi penasaran. Hhhuh, ternyata saya juga jadi sasaran empuk iklan.Akhirnya pada hari Senin, 15 Juni 2009, saya ke bioskop dan nonton KECIBIH.Datang ke bioskob studio 21 DIY di Amplaz sore-sore gituh. Kawatir juga sih kalo ga dapet tiket, soalnya kalo (lagi-lagi) liat di tipi, tiket sudah terjual habis sebelum jam 1 siang, tapi itu untuk di bioskob jakarta. Nah, yang bikin saya parno, di Empire XXI juga pemutaran film KECIBIH yang pertama juga jam 10 pagi, nah loh, artinya kan KECIBIH sangat membludak, sampe jam 10 aja udah diputer di sana. Pasti nanti ngantri gitu dah, pikir saya. Eh ternyata begitu saya sampe bioskop, ga ngantri juga tuh, dan masih ada tempat duduk cukup banyak tersisa. Karena terlambat 30 menit, saya terpaksa nonton yang pemutaran jam 18.30, padahal waktu saya beli tiket baru jam 17.00, jadinya ya saya nunggu satu setengah jam gitu di mall. Hari gini ga jalan-jalan di mall...!!!Setelah bosan berjalan-jalan di toko buku Gramedia dan supermarket Carefour, ternyata sudah jam 18.00, ha, tidak terasa. Jadinya saya segera beli jajanan di Carefour biar ngirit dan langsung deh ke bioskop. Masuk ke studio 4 dan voila! Ternyata tempat duduk terisi penuh dan sangat rapih. Di studio 4 ada sekitar 300 kursi dan hampir semua terisi, yah, bolehlah ini film, rame juga yang nonton. Setelah trailer GARUDA DI DADAKU yang akan tayang 18 Juni 2009 dan TARIX JABRIX 2 yang akan tayang 2 Juli 2009, dan iklan Pepsi, dan iklan Pariwisata Sleman, akhirnya mulai juga film KECABIH.Awalnya dimulai dengan suasana Mesir yang penuh dengan berbagai macam orang, berbagai macam kendaraan, berbagai macam landskapnya yang menawan. Mungkin gambarnya diambil menggunakan helikopter. Lalu diiringi dengan tulisan judul, nama pemain, dan kru filmnya, ya standar lah. Hanya saja gambar landskapnya sangat tidak bersih. Seperti gambar yang diambil dengan kamera berteknologi lama. Sepertinya ini gambar milik negara Mesir, soalnya kameranya beda dengan yang biasanya digunakan oleh pembuat film bioskob. Nah loh, hayo, ga mampu nyewa helikopter ya. Nah, ceritanya kira-kira seperti ini, Azzam, mahasiswa dari indonesia yang kuliah di Kairo sambil menyambi jadi pedagang tempe dan juru masak panggilan, sangatlah arif dan bijaksana. Nah, di tuh tinggal bareng ama temen-temen dari Indonesia juga. Terus, dia disukain ama cewe, yang meranin Alice Norin, anak dubes Indonesia di Kairo. Eh, Azzam malah ga mau gitu, katanya kurang alim dan tidak taat beragama, padahal cantik loh. Terus dia juga punya temen namanya Fuqron. Fuqron ini anak konglomerat, gaya hidupnya mewah banget, untuk persiapan ujian aja dia pake tinggal di hotel mewah kamar presiden pula, terus bayarnya pake kartu kredit mandiri, hihihi, iklan. Pas di hotel itu Fuqron dikerjain ama Miss Italiana. Miss Italiana ini juga cakep, Fuqron dibius terus difoto sedang beradegan syur gitu, dan diperas lah Fuqron, kalo ga mau fotonya tersebar harus mau bayar $ 200.000. Nah Fuqron ga mau, dia malah minta tulung polisi cariin tuh biang kerok. Akhirnya ketangkep Miss Italiana ini, dan ternyata wanita itu ternyata warga Israel. Hahaha, dendam ya...? Eh, ga Cuma itu aja, ternyata Fuqron ini juga ditulari virus HIV, padahal Fuqron adalah perjaka dan tidak pernah berzinah. Sungguh terlalu. Terus ada juga tokoh wanita alim calon istri Furqon, namanya Anna, orangnya alim, baik hati, dan cerdas. Pertemuan pertama Anna dengan Azzam di bis kota, lalu setelah mereka pergi, Azzam ternyata ketemu lagi. Anna dan temanya kehilangandompet, dan ditolonglah si Anna ini oleh Azzam. Oh, wanita alim memang cocok dengan pria soleh. Nah, terus ceritanya...ceritanya gimana yak ini film...saya juga bingung. Sebenarnya ini cerita tentang Azzam, tapi dari tokoh lain seperti Anna, Furqon, dan keluarga azzam di Indonesia sepertinya juga punya cerita sendiri-sendiri. Aduh, gimana cara mereka berinteraksi juga ga jelas sih, film ini lebih banyak bercerita tentang tokoh dan permasalahannya masing-masing. Jadi ya Cuma kaya tempelan-tempelan gitu aja. Membosankan sekali. Tapi saya yakin ini adalah cerita cinta milik Azzam dan Anna, lalu ada konflik yang nantinya akan berhubungan dengan Alice Norin. Pasti seperti itu. Hanya saja sutingnya di Kairo. Atau mungkin mudahnya seperti ini, ceritanya adalah pencarian suami dan istri. Ihik...padahal masi pada muda belia gitu kok ya udah disuruh nikah, aneh banget.Aneh ya, kairo itu seperti sesuatu yang mesti ditonjolkan. Padahal kalau ngomongin film Indonesia yang suting di luar negri juga kan udah ada beberapa. Tengoklah film Eiffel I’m in Love yang juga suting di Prancis, atau Dea Lova yang suting di kapal pesiar, saya ga tau kapal pesiarnya kemana, tapi namanya pesiar pastinya jaoh lah. Lalu yang beberapa bulan lalu ada juga Chika yang suting di Venesia, mana itu? sepertinya Italia sana. Perancis, Venesia, dan juga kapal pesiar tentu saja jauh lebih romantis daripada di Kairo yang kesannya sangat panas dan sumpek. Ugh! Atau film yang sangat laris juga, Ayat-ayat Cinta kan sutingnya juga di India, walaupun maksud hati sutradaranyanya ingin suting di Mesir, tapi itu sangat cukup dan hasilnya oke juga kok. Ayat-Ayat Cinta mampu memaksimalkan apa yang tidak ada, sementara KECIBIH tidak mampu memaksimalkan apa yang ada. Lah wong suting di Kairo juga kayanya tidak tereksplorasi dengan baik kok. Tawar banget suasana Kairo yang dipakai di film itu. kira-kira kenapa ya harus suting di Kairo? Toh biasa-biasa saja. Tapi saya ya curiganya KECIBIH ini hanya ingin mengalahkan film bernuansa muslim pendahulunya, Ayat-Ayat Cinta yang juga diangkat dari novel dengan pengarang yang sama. Agar lebih fenomenal dan meraih keuntungan yang lebih. Maka ditonjolkanlah suting asli Mesir itu, walaupun suting di Mesirnya juga hanya 22 hari dan harus melibatkan rumah produksi asli sana. Tentu saja ongkosnya membludak. Lalu bagaimana dengan hasilnya? Yah, melihat sutradaranya yang saya juga tidak tahu siapa, menurut sumber sih namanya Chaerul Umam, dan sepertinya sudah malang melintang di dunia perfilman gitu, tapi ga tau dah karyanya apa aja. Penyutradaraannya amatir sekali, seperti sutradara tidak berpengalaman yang terlalu cepat puas dengan akting para pemainnya – yang penting filmnya jadi. sehingga banyak sekali adegan yang para pemainnya brakting terlalu berlebihan dan terlalu datar. Sungguh tidak nyaman sekali menikmatiya. Seperti waktu Azzam ini mendapat berita kalau dia akhirnya lulus setelah 9 tahun kuliah. Dia sampai menangis terduduk gitu, heboh banget. Juga sewaktu adiknya Azzam bercerita dengan semangat dan sumringah kalau Azzam adalah inspirasinya, satu detik kemudian dia menangis karena hidup kakanya susah di Kairo sana. Oh, so sad banget. Terlalu cepat mengalihkan emosi. Atau ini hanya karena aktor aktrisnya saja yang kurang pandai memainkan peran? Ah, pastinya sutradara juga berpengaruh.Nah, sekalian aktor-aktrisnya juga nih yang emang kacau, heheh. Pihak produksi menyeleksi dari casting terbuka di 9 kota di Indonesia. Sampai akhirnya terpilihlah para pemain yang sekarang ini. Bahkan Alice Norin pun harus mengikuti casting yang sama, dia juga harus lolos tes baca tulis al-quran. Hmmm...saya tidak akan bisa lolos pastinya. Nah, para aktor amatir ini akhirnya langsung mulai berproses bersama gitu, keren deh. Mungkin bekal yang didapat para pemain ini kurang, atau memang bekalnya sulit untuk dipelajari, atau memang tidak diberi bekal sama sekali. Hampir semua film sebelum memulai suting, para pemainnya diberi bekal akting, biasanya sih diadakan workshop gitu, masa sih film sebesar KECIBIH kaga ada. Ga mungkin. Tapi kemudian ya itu, ga ada rasa yang diberikan oleh si aktor ini, didukung pula oleh sutradaranya yang juga tidak memberikan kekuatan mautnya, lengkap sudah. Jadilah ini film datar. Apalagi tokoh utamanya, Azzam, kan juga tokoh yang sangat normatif dan datar, tidak ada gregetnya, karakternya ga asik, alim banget.Untuk masalah penyuntingan akhir juga ada yang kacau banget. Ada tuh di cerita Alice Norin meminta Azzam untuk membuatkan ikan bakar untuk ayahnya yang duta besar di pinggir laut. Agar suasananya mirip dengan suasana di Parangtritis. Latar waktunya adalah mala hari penuh bintang yang sangat romantis. Sepertinya penggambarannya asik banget, tapi lihat deh hasilnya. Untuk suting adegan ini, mereka suting di sore hari yang terang benderang, lalu kemudian akan diedit menggunakan efek komputer. Dan jadinya jelek banget. Kasar banget. Jadi mungkin karena pengaturan cahaya sore yang terlalu terang, sehingga ada bagian yang dibuat sedikit berwarna gelap, sehingga jika kita menggelapkan sebagian area, maka ada area tersisa yang akan menjadi terlalu terang, Apesnya area yang terlalu terang adalah area si tokoh dan area tempat bakar ikan. Maka ketika ada sang tokoh berlatar belakang langit malam penuh bintang gitu, tampak sekali tidak menyatu. Seperti tempelan. Oh iya, pas area bakar ikan kan ada api-apinya tuh, itu jadi silau banget, kaya ada cahaya dari surga gitu deh. Ah, pokonya kacau deh, sulit menjelaskannya. Amatir banget.Tapi apa mau dikata, mungkin kredibilitas sutradaranya juga dipertanyakan, lha di posternya aja gada nama sutradaranya, paling kalaupun ada ya Cuma kecil di pojok kanan bawah, barengan sama kru yang laen. Padahal biasanya kan nama sutradara di sebuah film ditonjolin, kan juga jadi jaminan film ini bagus apa ndak.




Bagus bangget sich resensi film kamu pantes jadi apa ya kalau suka komentarin film?
kamu hobi nonton ya?Aku suka lord of the ring kamu nonton ga?
Ayo Koh Dion nulis-nulis lagi..