tak tahu mengapa ku menangis
yg kurasa hanyalah bebanku teramat berat
dadaku terasa sesak
tubuh ku terasa panas
dan otakku tak bekerja sebagaimana mestinya
Sungguh aku tak tahu mengapa ku menangis
yg aku tahu
aku bingung
tak tahu apa yg hatus kulakukan
aku hanya pasrah pada sang pembuat rencana
Cerpen Marsus Banjarbarat*
Putri yang Terjual
Cerpen Marsus Banjarbarat*
Tanggal Publikasi: 29 Januari 2012
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: puisi Selendang
Malam Menggigil Dalam Suaraku
Tanggal Publikasi: 29 Januari 2012
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: puisi Selendang
Tanggal Publikasi: 29 Januari 2012
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: mbug maninglah
Idiot I
Untuk bulan,
satu di antara tiga lentera
yang selalu beredar di pekat malam:
Pergilah turun ke dalam semak!
Kami jenuh – kami muak!
Pada cahayamu yang itu-itu juga
Awan boleh saja kau dorong ke tepi,
tapi kami akan terus melawan
hingga terangmu hilang arti
Ombak boleh saja kau tarik-hempaskan ke bumi,
Mengawini sepuh hati tanpa engkau,
engkau tak akan menengok liang lukaku,
engkau luput dari doaku,
telah menjelma lalu bagi hidupku.
engkau.
Aku tak akan teriak merdeka
sampai kita bebas saling mencinta,
tanpa mengetuk-ngetuk pintu
mencuri-curi waktu,
yang bukan milik siapa-siapa,
kecuali,
aku.
Usai sudah revolusi
dan kita hanya pejuang berkalang pasrah dan berkalung marah di tengah perang
dan tak akan kau dengar aku teriak merdeka



