Bulan ini perhatian kita tertuju kepada sepak terjang Pansus Century. Semua media meliputnya secara eksklusif, tanpa mau kehilangan momen itu sedetikpun. Pada awal terungkapnya kasus Century, DPR yang ingin menegaskan perannya sebagai wakil rakyat dengan semangat menggebu memaksakan pembentukan Pansus. [Baca Selengkapnya]
Hari ini aku berkata pada Tuhan tentang segala kegelisahanku
Ceritakan pilu yang menyayat hati menyiksa batin
Berlari namun tetap saja berujung pada awal dimana ku mulai
Menampak lagi semua goresan-goresan didinding kegalauan
Mengapa cemas mampu merajai insan
Sedang tiap doa adalah berucap namaNya
Dimanakah Sang Hembusan nafas menyimpan rahasiaNya [Baca Selengkapnya]
Teman-teman bisa mengunduh banyak buku gratis dari situs itu.
bagaimana cara mengunduhnya?
lihat blog ini:
http://mrdaniels.wordpress.com/2008/11/22/cara-mengunduh-ebook-lewat-gig...
atau lihat di video youtube:
http://www.youtube.com/watch?v=dM2D_6jFIn8
Bisa banyak dapet buku dari sana, lho.
selamat mengunduh dan membaca..
SKANDAL BANK CENTURY - Mengapa Menimbulkan Banyak Keresahan dan Kemarahan?
Selasa, 23 Februari 10
(esai deskriptif dan analitis karya Kwik Kian Gie ini saya ambil dari koraninternet.com. silahkan dibaca.semoga berguna)
PENGANTAR [Baca Selengkapnya]
: untuk gunari c.n
Malam itu kita bertemu setelah luruh sudah harap dan asa
“Mungkin Tuhan sengaja pertemukan kita di penghujung jalan ini,”kataku
Dari senyummu dapat kueja kata ; mungkin kita berjodoh...
Dan sejak itu, senyummu berkali-kali menyapa, singgah dan menetap di hati
Membuatku terpaku
Terhenti di sudut pengembaraanku
Hingga tak mampu lagi kugores sajak cintaku [Baca Selengkapnya]
secangkir kemesraan terhidang
secangkir debu datang
secangkir kerinduan pulang
secangkir debu terbuang
terkadang, rindu itu debu
acap, mesra bak debu
kulihat tebing hari
menggerutu sambil menyulam mimpi
menyemat gundah tak bertepi
buat langkah beku, lalu mati
aku kail makna lewat relungmu
dengan cerca
dengan duka
dengan suka
dengan abdiku
tapi tak kutemu
Feni
Kecil dan terduri
Dibalik senyum ramahmu
Dibalik semua tawamu
Tersimpan sedihmu
Feni
Cukuplah berpura-pura
Tak usahlah pelihara luka
kau pernah ijinkanku
Sembuhkan itu
Feni
Senyuman bahagia
kita menikmatinya
dan berpisah
di ujung dosa tak terbuah
Mendapatkan tidaklah selalu membanggakan
Tetapi kehilangan pastilah menyakitkan
Pertemuan memang menyenangkan
Perpisahan menjadikan semuanya kenangan
Keindahan tidaklah selalu kebahagiaan
Kenyataan terkadang menyakitkan
Kepalsuan hanyalah penutup rasa
Perasaan itulah kejujuran
Perasaan hati itulah yang dirasakan
Kata hati terkadang terabaikan


