Kudengar nyanyian lirih ketika aku terpaku dipersimpangan
Terasa indah menggoda hasrat
Mengalun syahdu,menggugah hati
Aku melihat bunga bermekaran
Harum semerbak meracuni jiwa
Dan membawa aku tersesat dalam kealpaan
Matahari bersinar menghangatkan jiwa
panasnya membius nafas sesakku
Emosi sesaat

Akhirnya gunung es itu mencair
Dan mengalir lembut mengikuti arusnya
Membawa kedamaiaan dalam hatiku
Membawa kehangatan dalam jiwaku
..............................................SETULUS HATIKU MENCINTAIMU....................................................
Jam Dinding. Sial! betapa santai kau menandai waktuku di sana. kau sejenis kalender yang bedanya adalah kau bisa berdetak, sekalipun lirih aku bisa mendengarmu mengancamku: "Selamat petang sekarang adalah pukul delapan lebih sekian, dan aku tahu perutmu melilit lapar, apa lagi yang kau tunggu! segera makan, lalu tidur, besok kau harus kembali bekerja!" Asu.
Cahaya lilin dalam kelam
Menyeruak membius dendam
Tiupan angin menyelimuti cahaya
Mereredupkan,membinasakan
Cahaya lilin dalam kelam
Mengendap keindahan fatamorgana
Tiupan angin menyamarkan cahaya
Hadirkan sesal,luka dan kehampaan
Cahaya lilin dalam kelam
Terbius,membungkus raga berdarah
Suara bedug menggugah hasrat
Segera......kaki-kaki rapuh menapak senja
Langkah berisik wajah memelas
Menyeruak hasrat hati diselipi doa
Allahu Akbar....Allahu Akbar.....
Azan berkumansdang,semangat terpacu
Berpacu peluh melalui awalan
Wajah bersinar,kulit berlipat
Lebaran atau Hari Raya Iedul Fitri telah berlalu, Lebaran atau Hari Raya Iedul Fitri adalah merupakan aktivtas yang bernuansakan religi (ritual) serta juga memiliki nuansa tradisi yang telah melekat erat pada kehidupan masyarakat di Indonesia.
aku ingin kau berjalan dengan sabar, setapak demi setapak menyusuri pori-poriku, memeriksa setiap helai kata yang kutanam di sana, yng kau sirami dengan do'a di setiap malam menjelang kau mengistirahatkan kelopak matamu yang mulai berair. aku ingin kau berjalan dengan sabar, selangkah demi selangkah. menandai semak-semak kalimat di sepanjang lidahku yang mulai susut maknanya.
yang kutuliskan adalah kata yang terbelah menjadi dua, seandainya kata itu adalah wajahku, atau wajahmu, akan kutempatkan di manakah? di sebelah barat tak ada toilet yang di dalamnya ada ikan berseliweran, di timur aku menanam seonggok limbah di piring.
Kala malam yang bersemi indah tiba kita bersama
Berdua, aku dan kau juga Dia yang pasti ikut serta
Memandang lampio-lampion langit yang bercahaya
Berjalan menyusuri lorong malam di bilik sunyi
Kemudian terbang memeluk mimpi yang sedang berterbangan
Menggapai cahaya putih di sebuah kedai indah
Tempat ribuan mimpi indah yang berhembus manis
Senja terbias sempurna
Kilau surya menjadi lukisan keagungan Sang Pencipta
Meski redup cahayannya
Tapi mengantarkan seribu makna
Hanya cukup satu kata yang bisa mewakili semuanya
"Indah"
dormir princesse
2011



