LAILATUL PARCELL
Thit thithit thit thiit….. hp kuna duwene Putu isuk isuk dumadakan muni pratandha yen ana sms kang mlebu. Hp kang gumlethak jejer slepa sing biasane dienggo nambani kecut lambene Putu yen lagi pingin ngudud kuwi banjur dijupuk. [Baca Selengkapnya]
Dewi Pepujaning Ati
Tumetesing embun wengi iki
ora kaya wingi uni
nalika tanganmu tak kanti
miyak petenging ratri
: memuji
ora krasa luh tumetes ing dadaku
nganti teles kebes ngrasakake
ringkihing ati raga lan jiwa amarga
rumangsa tansah kagoda gumebyaring donya
duh katresnanku lilanana
aku lunga ngupadi pepadhanging ati
tumungkul nyawiji mrih rahayu jati [Baca Selengkapnya]
Sunyi malam ini kembali meneteskan air mataku ..
Mencoba tuk meraih bayangan semu ..
Bayangan yg rasa'a dpt kugapai dg yakinku ..
Bayangan kurasa bgtu dekat d hadapanku ..
Bayangan yg kurasa bgtu dekat di hadapanku..
Bayangan yg pada'a berkeping harapan kutitipkan ..
Kosong tatapku terdiam mengenang masa lalu ..
Kuterpaku menahan gejolak rindu .. [Baca Selengkapnya]
Kemarin lusa aku lewat depan rumahmu
Kau sapa aku
Aku sapa kau
Kita berbasa-basi sejenak
Menyenangkan
Kemarin aku berdiri di depan pagar rumahmu
Kau lihat aku
Aku lihat kau
Kau tersenyum lebar
Aku pun tersenyum senang
Kita bercakap-cakap
Kau di dalam pagarmu, aku di luar pagarmu
Berdebar-debar rasanya
Hari ini aku membuka pintu pagarmu
Kau melihatku dari jendela [Baca Selengkapnya]
Andrew Higgins
Minggu, 25 Oktober 2009
Pada awal 1980an, Nasir Tamara, seorang sarjana muda Indonesia, butuh uang untuk mendanai studi mengenai Islam dan Politik. Ia pergi ke kantor Ford Foundation cabang Jakarta untuk meminta bantuan. Ia pulang dengan tangan hampa. Amerika, dikatakan padanya, “tidak tertarik dengan urusan Islam.” [Baca Selengkapnya]
Kesan pertama biasa saja...
Kesan kedua, ketiga, keempat, "Dia baik sekali, perhatian, dan sangat ramah"
Kesan kelima, "Orangnya menyenangkan, aku ingin bertemu lagi dengannya"
Kesan selanjutnya, selalu ingin melihatnya, dilihatnya,
bertemu, bercakap-cakap dengannya, duduk bersamanya,
ingin mengetahui apakah dia sudah punya kekasih atau belum, [Baca Selengkapnya]
Narsisius masih terpaku memandangi wajah kekasihnya. Dari aliran sungai itulah, Ia menemui detik bahagia, namun di saat yang sama, juga ketragisan hidupnya. Nemesis—”Dia yang meruntuhkan kesombongan”, telah menghukum Narsisius atas ‘kelupaan’nya akan Yang Lain, yang berarti hanya cinta pada diri. [Baca Selengkapnya]
Melihat realitas yang terjadi dimasyarakat saat ini kita dihadapkan pada suguhan dimana kaum muda terjebak dalam pola pikir yang sangat moderen sehingga tanpa tidak sadar meninggalkan kesan adanya program pengikisan budaya yang tanpa kita sadari akan merusak moral dan tingkah laku kepribadian lingkugan kita yang sangat luhur, terlalu naïf untuk mengatakan bahwa kita hidup dijaman moderen, kita har [Baca Selengkapnya]
sore ini, menikmati senja yang mulai memudar.
dua gadis itu terlihat saling bercanda.
satu gadis sedang duduk, cantik, itu kesan pertama darinya.
kecantikan tanpa erotisitas.
menurut perkiraanku tingginya sekitar 165cm, dngan tubuh proporsional. [Baca Selengkapnya]


