Indonesian Literature

Potret 1
Submitted by wiwi basuki on Sat, 07/05/2008 - 11:23.yang pedih di wajahnya telah membatu seperti luka yang tak lagi mendaging
menyisakan gurat kering di bawah dua kantung matanya yang sembab dan berair
itu sisa perpisahan, menolak sembuh sebab dia tak akan kembali, meski harap dinanti di antara leluang musim yang pahit dan berguguran

Potret 2
Submitted by wiwi basuki on Sat, 07/05/2008 - 11:19.Kucari kau, kucari dalam bentukmu yang lain.
Tapi aku terdampar di pulau yang asing.
Di sini hutan tampak lebat. Hujan bertukar tempat dengan sunyi
dan wajahmu makin kisut seperti dedaunan kering.
Kucari kau, kucari dalam bentukmu yang lain.
Tapi wajahmu seperti peta yang membeku.
Potongan rambut beterbangan. Sepasang burung berkejaran.

REKAPITULASI HARI INI
Submitted by alwiTHELONEWOLF on Fri, 07/04/2008 - 00:19.REKAPITULASI HARI INI
Ada apa hari ini?
Mari kita mulai perbincangan satu arah ini dengan sebuah pertanyaan
Ada jawaban tentu setelah pertanyaan orgasme
Atau mungkin sebuah pertanyaan lain
Ada apa dengan diriku?
Harus berapa puluh kali orgasme lalu tiap harinya?
Seperti setiap cerita yang harus bertemu penyelesaiannya
Mungkin yang happily ever after milik Disneyland

[untitled]
Submitted by alwiTHELONEWOLF on Fri, 07/04/2008 - 00:18.Langit malam merekah
Surga mengintip dari kejauhan
Bulan pun hampir jatuh dalam lubang baru itu
Repetisi yang sampai mati pun
Kau tak sanggup jawab
Butuh rindu yang amat sangat untuk itu
Rindu pada malam yang biasa
Nan sederhana
Yang setiap hari muncul
Yang tidak menggoda rasa penasaran siapapun
Kemana apa siapa mengapa seolah sudah terjawab
Mengalir dailiri dan jadi air

REDEMPTION
Submitted by alwiTHELONEWOLF on Fri, 07/04/2008 - 00:17.REDEMPTION
Ada apa?
Tidak ada lagi kah yang ingin kau katakan, penyair?
Memang banyak sudah yang terlewat,
Tapi belum terlambat.
Kereta belum berangkat.
Jarum jam belum menetap.
Awan masih tinggi.
Api belum berjelaga.
Bulan masih tenang.
Jalanan masih terbentang.
Tanah belum terbelah.
Roda masih berputar.
Atas masih mengenal bawah.
Kemarau belum melupakan hujan.

Bicara tentang Alam
Submitted by alwiTHELONEWOLF on Fri, 07/04/2008 - 00:15.BICARA TENTANG ALAM
hari itu,
kami datang.
mungkin tanpa permisi
pada beringin disudut hilir sungai,
atau pada batu kapur yang tersusun
dijalanan tak kenal aspal.
tapi, kami datang,
ke desa.
meninggalkan mahalnya
kebisingan kota yang
tersuguh dalam setiap
putaran kipas AC
kepada sunyi
kepakan-kepakan codot
yang meninggalkan cintanya
pada buah pepaya muda setelah pagi tiba.

Recent comments
5 hours 12 min ago
9 hours 20 sec ago
9 hours 4 min ago
9 hours 23 min ago
2 days 13 hours ago
3 days 3 hours ago
1 week 1 day ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago