sedikit tentang hari ketidakadilan

Dan ketika keadilan yang dipertanyakan.
Dan ketika keadaan diputarbalikkan.
Pertanyaan dibalas dengan pertanyaan.
Yang muda dianggap bodoh.
Yang tua yang empunya dunia.
Sampah.
Sampah.
Sampah.
Muda sampah.
Busuk.
Rotten.
Lalu mereka yang di atas adalah dewa.
Dipuja, disanjung, dihormati.
Dewa para sampah atau bukan.
Tai.
Lalu siapa yang berpikir jernih.
Muda atau tua.
Lalu siapa yang berkuasa atas dunia.
Muda atau tua.
Dua pihak.
Ini melibatkan dua pihak.
Tua DAN muda.
Dua komponen penting.
Dan ketika fakta mulai bersaing dengan rekayasa.
Dan ketika saat bicara diganti dengan saat terdiam.
Keterpaksaan menjadi kunci.
Ketidakberdayaan menjadi alasan.
Alasan logis hilang.
Diganti dengan mekanisme bangsat.
Diganti dengan birokrasi yang sangat sulit.
Atas dasar intelek.
Atas dasar perbedaan BESAR antara pintar dan bodoh.
(MEREKA dan mereka)
Atas dasar tai anjing.
Ah, saya yang berkuasa.
Kalian tunduk di bawah saya.
Semudah itu.
Kalian tidak pernah mengerti.
Kalian bodoh.
WORSHIP ME!!!

 gambar wina candra

terbodohi oleh pardigma sampah
menjadi pelacur untuk raja monarki
menjadi budak bagi mayoritas
dianggap terbelakang oleh kaum satria