Teralienasi dengan Tubuh
hari ini aku terbangun dengan perasaan aneh.
aku merasa tidak terlekat dengan badanku.
ada satu rasa yang berjarak saat aku memandang tubuh perempuanku.
kupandangi perutku, susuku, lekukan-lekukan dalam tubuhku...
ah, apakah aku teralienasi dengan tubuhku sendiri?
lalu aku punya ide.
kulepaskan satu per satu baju yang menutupi tubuhku,
hingga tak ada yang tersisa.
aku ambil ponselku,
lalu ku-set menu "camera",
dan aku bidik tubuhku...
mulai dari dada,
susu,
puting,
perut,
lekukan-lekukan di bawah perut,
liang-liang yang tersembunyi di bawah sana...
dan aku menangis...
(to be continued)




ketika tubuh sudah mengkhianati, apakah masih ada yang setia?
salam,
amarah durga
itu hanyalah tubuh,
layak kita tealienasi,
karna tubuh bukanlah kita,
dan suatu saat perlu kita lepas,
layaknya baju yg menutupi tubuhmu.
tetapi tubuh adalah sesuatu yang kasat mata dan melekat. bagaimana jika dia mengkhianati kita. bahkan yang paling dekat pun berkhianat. aku tidak membayangkan jika suatu saat teman-temanku mengkhianatiku, ayah ibuku, saudara kandungku...
salam,
amarah durga