tanpa judul aja deh
sekedar pengin cerita aja neh,hal ini disebabkan salah seorang sahabatku datang kerumah dan berkata"Aku banyak masalah dan sangat sedih namun bila ingat dirimu aku merasa tegar kembali" jujur saya hatiku tersentuh dan ingin membagi cerita kepada orang orang yang mungkin sekarang sedang dirundung banyak masalah dan mungkin sedang sedih.
Ceritaku dimulai sejak aku lahir ke dunia 6 bulan lamanya,mamaku meninggalkan aku entah dengan alasan apa,Di masa itu aku di susui oleh seorang saudara dari ayahku yang tinggal di sebuah desa di kota jawa tengah yaitu tegal,enam tahun usiaku aku sudah harus membantu mama susuanku berjualan di pasar.Pagi hari aku bangun jam empat membawa kelapa ,daun pisang dan pisang untuk dijual dengan digendong seperti tukang jamu kemudian aku berjualan sampai pukul 12 siang,pulang dari pasar aku dan mama susuanku harus keliling kampung untuk mencari dagangan untuk esok harinya malam harinya aku tidur jam 9 dan 10 membantu membereskan dagangan untuk esok hari .saat dagangan sepi aku dan kakak susuan ku(Anak kandung mama susuanku) keliling kampung berjualan pisang goreng. Satu hal lagi kakak susuanku adalah seorang yang emosional dan suka sekali memukuli diriku bahkan aku pernah diseretnya dari jalan raya sampai ke rumah hanya karena main dan lupa membantu mamanya .Saat itu ayahku yang tinggal di jakarta memang terkadang menjenguk diriku Namun yang kurasakan saat itu aku tidak suka dengan ayahku setiap ayahku datang aku pergi dari rumah dan nongkrong diatas pohon kedondong sampai mobil ayahku yang terlihat dari atas pohon kedondong itu hilang.Suatu ketika ayahku membohongiku dengan berpura pura pergi saat aku tahu mobilnya tidak ada aku turun dari atas pohon dan pulang kerumah namun ternyata ayahku masih di rumah mama susuanku .sedikit pun aku tidak mau menatapnya, ia merayuku dan mengajakku pergi ke jakarta katanya aku akan diajaknya tamasya,aku menagis karena aku tidak mau meninggalkan mama susuanku aku kunci pintu kamar dan tidak mau keluar sampai mama susuanku membujukku, akhirnya aku ikut dengan berbekal satu setel pakain dengan harapan aku akan kembali lagi.Sampai dijakarta kulihat seorang wanita cantik berambut panjang dan kata ayahku itu adalah mamaku akupun memanggilnya mama.Satu,dua hari tamasya seperti yang dijanjikan tidak juga aku rasakan akhirnya aku meminta pulang tp ayahku berdalih ia sibuk dan belum sempat mengantar aku pulang. Sedang mama tiriku sangat baik dan memanjakan aku bila ada ayahku dan diam seperti patung serta
menganggapku tidak ada bila ayah pergi kerja,Aku sedih dan aku merindukan mama susuanku,Aku angin pulang namun jarak terlalu jauh untuk ku tempuh.Sampai beberapa saat aku terpaksa menuruti ayahku untuk tinggal, meskipun aku dipukulinya dan disiram air serta di kunci dikamar mandi hanya karena aku memaksa untuk pulang ke rumah mama Susuanku. Akhirnya aku bersekolah di jakarta .Sehari hariku mama tiriku selalu menganggap diriku anak yang tiada berguna,numpang dan segala macam hal menyakitkan hati,sempat ketika smp aku pergi dari rumah beberapa hari sampai aku tidak sekolah Bersyukur aku memiliki sahabat sahabat yang baik dan menasihatiku untuk kembali demi sekolahku agar aku meneruskan sekolah dan menjadi orang yang berhasil " bertahanlah demi sekolahmu" itu nasihat yang selalu kukenang. Akhirnya aku pulang dan mama tiriku sangat tidak bahagia dari situlah aku sadar betapa ia sangat membenci diriku "kenapa sih kamu pulang " itu kata kata sinisnya namun aku hanya diam dan berharap suatu hari nanti aku akan membalas perlakuannya terhadapku.Ayah masih sering memukuliku jika aku melakukan sedikit saja kesalahan hingga aku merasa sangat tertekan dan sempat meminum 10 bh bodrek + kopi karena aku dengar itu dapat membuat seseorang mati,Namun yang terjadi pagi harinya aku semakin sehat. Setiap aku selesai solat dan tahajud aku selalu memohon agar kiranya allah mencabut nyawaku Namun semua sia sia doaku tak pernah dikabulkanNya.bersambung dulu ya
nyambung lagi
Suatu hari saat aku smp kelas 3 seorang wanita yang tidak kukenal datang kerumah dia begitu cantik dan muda,dialah mamaku yang telah meninggalkannku.Namun aku bahagia bertemu dengannya meskipun maksud kedatangannya untuk pergi karena dia harus pergi ke singapore.Tidak kutanyakan satu alasan pun mengapa dia meninggalkanku yang aku rasakan bahagia tak terhingga saat bertemu dengannya.Ketika dia pergi ke singapore setiap bulan mama selalu mengirimi aku uang.Sampai aku kelas 1 smu mama pulang dari singapore dan yang paling menyakitkan mama meminta uangnya kembali yang jumlahnya sekitar 11 juta saat itu yang aku ingat di jakarta sedang terjadi kerusuhan dimana mana bank bca mengalami antrian yang panjang, mama sampai membawaku pergi ke bogor hanya untuk mencari bca yang bisa untuk mengambil uang namun sia sia . akhirnya aku berjanji akan mengantarkan uang itu sendiri.Saat itu kondisiku ujian dan semua soal tidak ada yang aku isi karena aku benar benar merasakan kesedihan yang luar biasa sebab mama selalu menanyakan uangnya akhirnya hampir nilai raport ku merah , seharusnya aku tidak naik kelas namun karena aku aktif di Rohis,teater dan ketua majalah sekolah akhirnya aku diberi keringanan untuk naik kelas tp kelas paling belakang diantara anak 2 yang katanya nakal.Setelah keadaan agak tenang aku ke bca menutup rekening dan mengembalikan uang ke mama, sampai di rumah mama,ia tidak ada aku menunggunya sampai malam dia tidak datang juga,padahal aku sudah telp dia bahwa aku akan datang hari itu, akhirnya aku pulang pukul 7 malam dari bekasi semua kulakukan dengan ikhlas. Namun satu hal yang kupinta saat itu aku hanya ingin ia telepon dan menanyakan apa aku sudah sampai rumah atau belum karena jarak bekasi kalideres bukanlah jarak yang dekat bagi anak kelas 1 smu.Tangisku tiada hentinya sampai aku bertekad untuk melupakannya.Sampai kelas 3 smu aku tidak bertemu mamaku dan aku pun tak ada niatan untuk menemuinya ,sementara mama tiriku semakin hari semakin membenciku dan ayahkupun semakin semena mena. Namun aku berusaha bertahan sampai lulus sekolah sampai aku bertemu seorang lelaki yang dewasa dan dia menawarkan kasih sayangnya kepadaku aku yang saat itu haus akan kasih ayah dan mama akhirya berpacaran dengannya Dan akhir dari kisahku sungguh menyakitkan karena dia meninggallkan aku setelah ditugaskan di aceh dan bertemu wanita aceh yang menawan hatinya. saat itu langit terasa menindihku, setelah lulus sekolah tanpa mengambil ijazah aku pulang ke rumah kakak susuanku karena mama susuanku sudah meninggal sebulan sebelumya saat itu aku ingat akulah yang menungguinya dirumah sakit, hatiku pedih melihat mama susuanku terlihat sangat menderita dengan penyakitnya setelah solat isya aku memohon kepada allah agar membebaskan mama susuanku dari deritanya setelah kulepas mukena mama susuanku meninggal saat itu juga . aku terkejut dan pasrah karena satu orang yang mencintaiku telah bahagia di surga amin. dalam kondisiku yang sedang stress kakak susuanku meminta maaf karena dulu sering memukuliku.Dan kakakku begitu menyayangiku "Terima kasih ya Tuhan karena dalam kondisi seperti ini masih ada yang menyayangiku".Aku tak pernah berpikir bahwa kekasihku itu akan meninggalkanku,setiap bangun tidur aku menangis,tak pernah makan beberapa hari,kakakku takut aku akan menjadi gila akhirnya dia suruh aku menjadi penyiar radio di stasiun radio gelap (sekarang sudah menjadi salah satu radio ngetrend di tegal) saat itu hatiku terhibur karena begitu banyaknya teman yang ngefans denganku.Setelah 6 bulan di rumah kakakku aku memutuskan untuk pulang dan mengambil ijazahku mencari pekerjaan.Saat itu aku sudah pasrah dan menyadari bahwa hidupku bukanlah untuk bahagia.Setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri bank tempat ayahku bekerja terkena likuidasi dan ayahku tidak bekerja, kepada ibu tiriku dan kedua adik dari mama tiriku tak terlintas sedikitpun rasa dendam bahkan aku begitu sangat menyayanginya,Akhirnya sedikit demi sedikit mama tiriku mau berbicara denganku.Namun perlakuan ayahku yang kasar masih terus berlangsung hingga saat batas keabaranku habis aku bertengkar dengan ayahku dan aku memeutuskan untuk pergi dari rumah.Hancurlah sudah hidupku saat itu namun sahabatku Ratna selalu memberikan support untukku dan membuat aku bahagia selalu.Hingga suatu ketika ayah menyadari kesalahannya dan meminta maaf padaku. Tamat




dimata kawan mu, kau batu karang. kenp hrs mmbgun rumah rayap?
Mana lanjutanye, mur???