emansipasi

wanita....Emansipasi iya emansipasi wanita
jujur aku tidak setuju emansipasi wanita zaman sekarang
emansipasi wanita tidak lebih dari eksploitasi tubuh wanita
dimana wanita dijadikan alat agar suatu barang dagangan lebih terlihat menarik dengan embel embel wanita.di daerahku sebagian besar wanita bekerja pagi mereka harus bangun masak untuk suami yang notebene tidak bekerja alias pengangguran karena perusahaan sekarang lebih memilih wanita sebagai karyawannya karena mungkin lebih menurut dan tidak banyak menuntut sehingga sebagian besar lelaki di daerahku adalah pengangguran. Disini seorang lelaki menggendong bayi sudah bukan hal yang aneh karena mamanya bekerja.sebelum berangkat si wanita harus masak bahkan mengurus anaknya dulu setelah pulang bekerja pun mereka harus tetap mengurus suami bila tidak mau di bilang istri durhaka oleh suami..how poor you ...wanita.Apakah itu yang dinamakan emansipasi menyiksa wanita sedemikian rupa.Sudahlah biarkan wanita dirumah saja menanti suami pulang,kerja mengurus anak dan mengurus suami sehingga tidak perlu juga si wanita pamer aurat kepada laki laki selain suaminya.hilangkan emansipasi biarkan laki laki yang bekerja dan menafkahi keluarga.

 gambar ihsan

kasihan dong wanita tidak bisa mengaplikasikan kemampuannya di dunia kerja ????

 gambar murni

oke deh....lain orang lain pandangan...sebuah gambar kodok dikomentari 5 orang pasti akan berbeda komentar.so ....ga masalah dong punya pandangan sendiri.aplikasikan kemampuan wanita itu dalam rumah tangga dia bisa jadi accounting di rumahnya dengan mengatur keuangan suaminya.dia bisa juga menjadi pedagang kecil kecilan kalu dia pandai berdagang atau dia suaminya mulia dengan berakhlak mulia.

 gambar Alwi Atma Ardhana

coba diliat lagi sama gak antara emansipasi wanita dengan wanita karier. memangnya satu-satunya jalan emansipasi wanita hanya dengan menjadi wanita karier? tidak ada masalah dengan wanita yang emansipatif tapi memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. emansipasi pada dasarnya adalah permasalahan mental karena tak bisa dipungkiri memang wanita terjajah. coba liat sejarah seperti wanita tidak boleh memilih di pemilu (di amerika wanita baru boleh memilih tahun 60-an). di indonesia? khususnya di jawa yang feodal, wanita dipingit setelah mens pertamanya untuk segera dinikahkan agar tidak 'ternodai' sedangkan laki2 tidak perlu melalui proses itu. pada awal masa merkantilisme, buruh wanita dan anak2 dibayar jauh lebih rendah dibandingkan buruh laki2. jadi, jelas ada penjajahan yang mungkin saat ini secara fisik tidak kentara namun sisa-sisa secara mental jelas masih ada. emansipasi wanita itu harus. tapi wanita karier yang belum tentu secara mental sudah emansipatif bukanlah jalan keluar untuk penjajahan wanita. kenapa tidak mungkin wacana wanita harus kerja adalah akal2an nalar kapitalisme yang mencari sumber tenaga kerja barui?

 gambar Wahmuji

Di daerahku, fenomena wanita bekerja juga terjadi. Namun, rinciannya agak berbeda. Begini kira-kira gambarannya:

Sebagian besar masyarakat di desaku (sebuah Desa di pinggir barat Sragen) pergi merantau untuk mencari nafkah. Aku menyebutnya 'sebagian besar' karena kira-kira lebih dari separo orang tidak ada di desa pada saat-saat normal. Desaku baru ramai kalau ada yang punya hajatan atau lebaran. Banyak pekerjaan yang dilakoni oleh masyarakat perantauan di desaku. Ada yang jadi tukang ojek, pedagang bakso, hingga sopir angkuta. Tapi sebagian besar bekerja sebagai pedagang sayur, entah laki-laki entah perempuan...

Di antara banyak pedagang sayur itu, banyak pedagang perempuan yang mencapai kesuksesan, dengan laba bersih bisa mencapai 300-400 ribu per hari. Kalau dibandingkan kuantitas pekerja dari jenis kelamin, perempuan menempati posisi atas. Banyak suami yang bekerja di rumah sebagai petani, sedangkan para istri bekerja di perantauan. Karena pertanian tidak maju di desaku, dan juga di sebagian besar daerah tadah-hujan di Indonesia yang tidak memiliki sistem irigasi yang baik, ada kesan bahwa para suami menganggur dan istri bekerja. Ini tentu bisa mendapat pembenaran jika dilihat dari sistem kerja modern dimana jam kerja sangat diperhitungkan. Ada 'banyak' waktu luang bagi petani yang jumlah tanahnya sedikit dan tidak subur, sedangkan waktu kerja lebih panjang bagi para perempuan yang berdagang. Mereka bangun pukul 12 malam, berangkat ke pasar, belanja, berangkat ke tempat mangkal, berkeliling menjajakan dagangan kalau belum habis, lalu pulang ke kontrakan sekitar pukul 13.00. Waktu bekerja para pedagang itu sangat panjang..

Dengan latar seperti itu, apakah emansipasi dalam pengertian mendasarnya terlaksana?
Untuk menjawabnya, aku akan memberikan dulu definisi 'emansipasi wanita' menurut Kateglo. Berikut definisi kamus keren itu:
"proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju"

Sepintas lalu, emansipasi wanita memang telah tercapai. Mereka bisa bekerja di luar rumah, sama dengan pria. Tapi, seperti yang telah disampaian oleh Alwi, emansipasi tidak musti soal boleh atau tidaknya bekerja di luar rumah. Dan latar mata pencaharian di Indonesia yang pertanian sebenarnya menyediakan ruang bekerja yang relatif sama antara laki-laki dan perempuan. Aku ingat betapa irinya Kartini melihat para petani di masyarakat zamannya yang bisa bekerja sama mengurus sawah, sementara ia, karena bergelar raden ajeng dan merupakan priyayi, hanya 'bertugas' menunggu pelamar yang juga priyayi. Begitulah bentuk demokratisnya kerja tani.

Masih membahas apakah emansipasi telah tercapai, di latar tempat desaku, jawabannya sedikit kompleks. Di beberapa ruang, misalnya pengambilan keputusan, penggunaan materi (duit), dan pengasuhan anak, emansipasi cenderung bisa dirasakan. Tapi di ruang lain, misalnya ketika ada hajatan atau dalam mentalitas jender, perempuan cenderung ditindas.

Masalah yang disampaikan kawan Murni sebenarnya memang tidak fokus pada masalah emansipasi, tetapi masalah eksploitasi perempuan dalam sistem kapitalis (Modal yang mencari pekerja lebih murah) dan patriarkis (entah kerja atau tidak, pokoknya laki-laki itu superior dan wanita inferior)... Dalam hal kerja pun, emansipasi wanita masih perlu diperjuangkan, terutama dalam hal upah dan jam kerja.

@Alwi: Hak memilih bagi wanita di Amerika bukannya tahun 20-an, Wi?

 gambar murni

seperti kawan thelonewolf dan kawan wahmuji jabarkan itu sesuai dengan maksud dari jabaran saya tp kawan berdua .thank's ya

 gambar Wahyu Adi Putra Ginting

Wah, sudah panjang-lebar penjelasannya. Mantap.

Quote:
Sudahlah biarkan wanita dirumah saja menanti suami pulang,kerja mengurus anak dan mengurus suami sehingga tidak perlu juga si wanita pamer aurat kepada laki laki selain suaminya.hilangkan emansipasi biarkan laki laki yang bekerja dan menafkahi keluarga.

Murni: Aku kira bukan ini jawabannya. Murni melakukan jeneralisasi yang keterlaluan. Frasa 'pamer aurat' yang khusus ditujukan untuk 'para wanita yang dijadikan alat untuk membuat barang dagangan menjadi lebih menarik' tidaklah tepat kalau dibubuhkan pada 'wanita pekerja pada umumnya'. Mungkin Murni melihat fenomena semacam gadis-wirajual yang menjajakan rokok merek tertentu dengan busana seksi untuk menarik calon pelanggan laki-laki yang memang menjadi pangsa pasarnya. Atau juga, para model seksi yang gambarnya dibubuhkan pada iklan mobil atau motor; seakan-akan menegaskan citra kendaraan bermotor sebagai 'cewek' atau 'istri' para pria. Tapi, fenomena itu kan tak bisa diterapkan secara pukul-rata, Murni. Dan betul kata Alwi, Muji, dan Murni sendiri: itu bukan emansipasi, itu eksploitasi.

Quote:
kenapa tidak mungkin wacana wanita harus kerja adalah akal2an nalar kapitalisme yang mencari sumber tenaga kerja barui?

Hehehe... aku suka bagian ini.

 gambar murni

thank's commentnya

 gambar WickedSquire

aa aq ikutan nimbrung y

Quote:
hilangkan emansipasi biarkan laki laki yang bekerja dan menafkahi keluarga.

 so what klow emang wanita cari duid? kerja d luar mencari nafkah tidak bsa d harap pada laki2 saja.. bgmna dgn wanita2 single yg tidak punya sanak kerabat  alias sebatang kara aj d dunia ini. ga munkin kan musti nungu2 ad lelaki yg mendampingi ny (maw makan angin???)..

nah.. buad case2 exploitasi wanita emang dari dulu ampe skarang msi banyak terjadi,,,namun yg jd fokus kita bersama adlah bagaimana wanita dapad memilih pekerjaan yg tidak (exploitatf) dan bagaimana agar lapangan pekerjaan yg sesuai bagi para wanita bisa d tingkatkan,,,

 gambar Wahmuji

Ini diskusi udah lama sekali. lebih dari setahun yang lalu. Begini ya enaknya dunia maya  Love

 gambar WickedSquire

bgtu lah kk Tongue