Menjadi Bangkai

aku mengambil tidur dalam hening tanah basah
menunggu belatung-belatung merayap
tumbuh dari luka
sebagai sebalut tubuh yang mulai ringkih
menahan usia, menelangkup ribuan doa, juga dosa
aku berbaring, dengan mata susut kering
nadi yang pelan, nafas ranggas,
malas sudah menyembur-nyemburkan hari lalu
tempatku menatap bukit-bukit sakit
biar di sini aku terkubur
menjadi bangkai
yang belum mati
bontang, mei 2008

berdoa
sebelum itu mungkin kenyataan bahwa doa tidak mengubah apa-apa juga akan terkuak.
salam,
amarah durga
Post new comment