Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 

Mendengar

titiknol's picture

kami adalah sepasang kuping, kanan dan kiri. kami suka membohongi kepala kami sendiri, mengabarkan apa saja yang terdampar di selaput gendang, kami nyanyikan sebagai lagu yang terbakar dendam. kami sepakat lebih baik merayakan kebisingan yang hingar ketimbang bisik angin yang tak tentu benar. sepanjang hari kami menabuh diri dengan irama badai pesisir dan gunung berguruh. kami peras pejuh-peluh hingga surup senja jatuh.

dan malam menangkupkan daun-daun sirih. dan kami yang letih merebah diri dalam desau yang lirih, frekuensi yang mengingatkan kami pada yang pedih-pedih yang perih-perih sementara kami tak pandai menangis tak fasih merintih. kadang kami bosan terus-terusan belajar mendengar, sedang mata yang pintar membaca lebih suka gambar-gambar yang binar, birahi yang nanar. dan ingat, kami hanyalah sepasang telinga, kiri atau kanan sama tulinya.

7
Members Opinions
7
gendang

diantara gendang-gendang itu, dibalutan pejuh-peluh itu, tokh kami telah berusaha sekuat kami.


 

Highest Points

UserPoints
durgadurga1101
molen574
wahmuji421
mbik410
ginting339
sedik317
dalangpotehi289
sescoplo265
titiknol177
otakudang168