Menangkis Pedih

Menangkis Pedih
Engkau adalah kuncup bibir yang melahirkan
Hujan tanya dalam jiwa
Mematahkan semua kering jawab yang meretakkan
Hutan keterasingan dalam sanubari dan jiwa
Menangkis pedih
Menangis sedih
Saat benak mu tiba
Saat meronta iba
Engkau adalah kuncup bibir yang melahirkan
Dan aku sedang melukis mu dengan darah dan air mata.
Jogjamungil, 20 Oktober 2005
-Haryo-

Recent comments
12 hours 44 min ago
1 day 1 hour ago
1 week 1 day ago
1 week 4 days ago
3 weeks 8 hours ago
3 weeks 14 hours ago
3 weeks 14 hours ago
3 weeks 5 days ago
4 weeks 11 hours ago
4 weeks 1 day ago