Ke Atas ^
  • Seraut " Wajah"

    Sebentuk citra, dalam pancaran cahaya yang membelah antara maya dan nyata.

    Dalam realita kehidupan dunia, makhluk yang tercipta dari rasa cinta, dengan gelora yang terpampang dari pengapnya aroma rasa kemakhlukan, hampir menutup sebagian mata yang menjadi pandangan satu sisi.

    Dimana sisi yang lain pun mengikuti gerak dan gerik mimik dalam tataran tanda, baca, suara dan juga mungkin ekpresi yang teridentik.

    Seperti manja yang selalu bertanya pada rasa, dimana sandaran sebuah tatapan dunia, ketika menengok langit, seakan dia lupa, mungkinkah melupakan, atau terlupa..?

    Ku ikuti saja langkah suara, yang kadang membuatku mencibir, walau bukan karena bibir yang bekata, karena bibir ini telah kelu dalam satu ketika.

    Menatap sebentuk, dari bentuk - bentuk yang terkadang berubah ubah, karena suasana, kondisi dan mungkin juga rasa. Terkadang rasapun tak kuasa ketika ia harus berkata, itukah..?

    Memang hanya wadah, yang menampung semua sisi kronologis dan anatomis sebuah ciptaan Yang Maha Kuasa.

    Sedang wadah itu hanya mampu menengadah dalam sebuah gubahan karena polemik antara Ya, dan tidak, benar dan salah, maya dan realita.

    Gegap gempitanya membuat lukisan berekspresi yang terkadang terwujud dalam aliran - aliran yang membawanya datang dan pergi.

    Kuncup, bagaikan bunga yang hendak mekar karena musim membawanya berlalu dalam sebuah genggaman episode kehidupan tanpa kata - kata, terkadang terbalut prahara iklim dan juga panoramanya.

    Itulah lukisan, yang terpampang hidup pada sebentuk cinta, rasa dan karsa, menjadi sbuah Karya kehidupan yang nyata.

    Walau gambarannya kadang penuh dengan ketidak nyataan, namun yakin itu terasa

     

    Dhiemust, 30 Mei 2014


    | Link | Dibaca 964 kali
memuat Disqus ...

Diatra Bulan Ini



Almanak