Ke Atas ^
  • Masa Lampau yang Datang Kembali (III)

    Aku hanya tersenyum melihatnya merengek seperti anak kecil. Aku tak tega melihatnya akhirnya aku putuskan untuk bercerita kepadanya. Karena mengobrol aku jadi tak ingat waktu. Handphoneku berdering dan di layar muncul sebuah nama yang mengagetkanku.

    "ADIT !" kataku kaget .

    Jelas Nita langsung tau yang kita bicarakan dari tadi bernama Adit karena aku tidak memberi tahu siapa namanya.

    jelas nita.

    Tapi aku tak begitu saja percaya. Aku pergi menjauh lalu mengangkat teleponnya.

    "halo?? ita ! lama banget sih kamu angkatnya. aku kan sudah kangen." kata adit.

    Aku hanya tersenyum-senyum mendengarnya, geli begitu aku aku mendengarnya.

    kataku sambil menutupi gerogi.

    "oh ke rumah teman? cewek apa cowok?" katanya sewot.

    godaku padanya.

    jelasnya panjang lebar.

    jelasku.

    kata adit.

    kataku.

    katanya lagi.

    kataku cepat-cepat.

    Karena tak terasa sudah lama aku berdiri mengobrol. Memang selalu lupa waktu kalau mengobrol dengan Adit.

    "nit, aku pulang yah !" kataku buru-buru sambil mengambil tasku.

    kataku sambil berlari.

    Aku tak sempat dengar balasan mamanya Nita. Tapi yasudahlah aku sudah buru-buru juga sudah malam.

    "loh ta katanya kamu udah ada yang jemput?" kata nita,

    "udahlah, gajadi ! hahahah bye !" kataku.

    Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar, setelah aku memberi salam dan memeluk mama. Buru-buru aku sms Adit, karena aku sudah janji.

    aku kirim smsku yang panjang lebar itu.

    Keesokan paginya, seperti biasa aku bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap berangkat sekolah.  Kemudian aku turun ke bawah untuk sarapan. Di meja sudah terlihat ada Mama dan Papa yang menunggu di meja makan. Tapi ada pemandangan yang tidak biasa di meja makan. Di meja makan ada ADIT! Sungguh aku benar-benar kaget, mereka terlihat akrab sekali. Ya memang sih Mama dan Papa sudah kenal lama dengan keluarganya Adit tapi tetap saja pemandangan yang tidak biasa aku lihat ini terasa aneh buatku.

    kata mama.

    dengan tenang Adit berkata seperti itu pada Mama dan Papa.

    kata papa,

    lanjut papa.

    sewotku muncul karena Adit tidak memberi tahu apa2 semalam.

    kata mama.

    tambah Adit.

    Setelah sarapan selesai aku berangkat dengan Adit ke sekolah. Sebenarnya aku masih sewot sih dengan kejadian pagi ini, aku juga heran biasanya mama dan papa tidak suka dengan teman cowoknu yang kubawa ke rumah. Ini malah sekarang aku yang sewot. Papa juga malah senyum-senyum, apa karena keluargaku sudah tak asing lagi ya degan Adit. Ah sudahlah mengganggu sekali di pikiranku. Tak terasa ternyata aku sudah sampai sekolah, aku diantarkan dengan 'moge', ya motor gede millik Adit, warnanya merah mengkilat dan orang yang melihatnya pasti langsung diam tanpa kata karena saking bagusnya motornya Adit. aku di turunkan di depan sekolah.

    "makasih ya dit." kataku,

    katanya sambil mengacak-acak rambutku.

    Aku malu, dan tanpa aku balas apa-apa perkataanya dia sudah melengos pergi saja. tanpa sadar aku diliatin ma temen-temen trus disorakin segala lagi, jadi malu kan. Bel masuk kelas pun berbunyi, aku memang suka datang mepet supaya masih fresh sampe sekolah.

    Bel sudah berbunyi, pas sekali dengan kedatanganku. Tapi aku masih berjalan santai ke kelas.

    kata guru piketku.

    aku setengah berlari ke kelas.

    Untung saja jam pelajaran belum dimulai, kalau aku sampai telat masuk kelas bisa berabe. Pelajaran pertama hari ini kan bahasa inggris, gurunya killer lagi, jadi aku cepat-cepat duduk di sebelah Nita.

    Ceplosku.

    Bu gurukku pun datang, seperti biasa ketua kelas mengucapkan perintah lalu kami mengucapkan salam serempak. Itu biasa kami lakukan kalau pergantian guru.

    “Baik , hari ini kita akan belajar tentang grammar ya !” jelasnya.

    Semua anak langsung terlihat lesu padahal masih pagi. Kebanyakan anak tidak suka pelajaran grammar. Menurut beberapa anak itu terlihat sulit. Tapi untukku, itu semua tidak masalah. Bu guru pun memulai pelajaran. Selagi guruku menerangkan aku terlelap dalam lamunanku, ya siapa lagi kalau bukan ADIT lagi yang kulamunkan. Dia adalah teman kecilku yang dahulu pernah aku suka. Tapi karena dia harus pergi ke ausi untuk melanjutkan sekolahnya, jadi saja aku harus menunda perasaanku itu.

    “Ah sudahlah aku jadi memikirkan Adit begini!” kataku spontan saat duduk sebelah Nita.

    Nita langsung meresponku,

    “mikirin apa , ta??”

    “Aaah enggak enggak kok..he-he-he” kataku lagi

    sambil diakhiri tawa Nita.

    Aku hanya terdiam melihat Nita tertawa, aku pikir-pikir memang benar juga belakangan ini aku jadi sering sekali senyum-senyum sendiri. Lalu yang paling terasa moodku terus-terusan bagus. Biasanya si ga suka dikit pasti jadi sewot.

    “Beda semenjak ada kamu, Dit!” kataku. Nita masih saja tertawa.

     

    TO BE CONTINUED.................


    | Link | Dibaca 849 kali
memuat Disqus ...

Diatra Bulan Ini



Almanak