rest in peace

kita ga akan pernah kehilangan teman seperti dia
karena dia ada di hati kita masing-masing
dia belum meninggal
karena dia masih hidup di hati kita masing-masing
dia akan tetap mengamankan kita
karena dia akan menjaga kita dari sana
dari dunianya yang sekarang dia tinggali..
selamat menempuh hidup baru saudaraku,,kita semua merindukanmu..
sekarang ga akan pernah aku mijetin kamu lagi
karena kamu sudah beristirahat dengan tenang dan tidak akan merasa capek lagi..
selamat jalan adekku YOYO

 gambar Wahyu Adi Putra Ginting

temanku bilang, kematian adalah suatu hal yang absurd. manusia hidup takkan bisa merasakan apa itu mati, tetap ada jarak yang memisahkan antara rasa(nya)-akan-mati dan rasa(nya) mati.

begini pendapatku, manusia raganya diisi oleh ruh. raga adalah sebuah perantara, sebuah jembatan, bagi ruh untuk menjalankan "kama" (nafsu/hasrat). ragalah yang memberi ruh pancaindera, yang memungkinkan ruh merasakan kama. rasa adalah bagian dari kama, menurutku. rasa butuh indera. manusia mati tidak punya "indera". maka mati tak dapat dirasa, diingat, atau dilupa.

"dia" telah meninggal. siapa? ruh tentunya. meninggal dalam artian meninggal(kan) raga. maka dia telah tiada. tiada dari mana? dari raga yang membuat ruhnya terkurung dalam nalar ruang-waktu yang menjadi dunia manusia hidup (maksudnya: hidup lengkap dengan raga).

"kita," memang "ga akan pernah kehilangan teman seperti dia" karena dia "tidak" menghilang. yang akan hilang itu raga, yang lebur kembali jadi tanah. ruh kembali ke yangmaharuh. dia memang "tidak akan merasa capek lagi" karena raganya, jembatan bagi dia merasakan capek, sudah ditinggalkan.

teman itu kini dihidupkan lewat kenangan. beruntunglah kita (kalian) yang punya kenangan itu.

turut duka,
ginting

 gambar otakudang

sepakat dengan "pue"

mereka yang telah "kembali" akan selalu ada dalam hati

Wink

 gambar A.B. Prasetya

Ya, saya pikir.

Ada tak melulu dimaknai yang ragawi, yang materi. --Karena kenangan, seperti yang dibilang kawan ginting, juga tak ragawi dan materi, namun ada.

Tapi.... saya tak tahu,

apakah kenangan akan 'yang (ti)ada' tetap ada saat yang mengenang sudah (ti)ada? Apakah kesadaran ini akan tetap ada walaupun raga sudah tiada?

Apakah yoyo masih mengingat kita ya, seperti halnya kita mengenang yoyo?

Yang pasti, menurut saya, yoyo akan tetap 'ada' sejauh kesadaran yang membuahkan kenangan tadi tetap ada.

Ya, kesadaran saya, kamu, kalian yang membuahkan kenangan kita.

"Terbang, terbang bebas lah engkau, hai makhluk kecil"
"Dari ada, kembalilah engkau ke dalam ketiadaan"
"Berbahagialah engkau dalam ketiadaan mu"

 gambar si pemimpi
si pemimpi (visitor):

innalillahi wainnailaihi roojiun...

 gambar romance

MATI ITU SAKIT.. Shock

KETIKA SAKIT AJA, RASANYA SETENGAH MATI...

APALAGI MATI...RASANYA MUNGKIN SUPER DUPER SAKIT Sad