Puisi

Kudengar nyanyian lirih ketika aku terpaku dipersimpangan

Terasa indah menggoda hasrat

Mengalun syahdu,menggugah hati

 

Aku melihat bunga bermekaran

Harum semerbak meracuni jiwa

Dan membawa aku  tersesat dalam kealpaan

 

Matahari bersinar menghangatkan jiwa

panasnya membius nafas sesakku

Baca selengkapnya »

Jam Dinding. Sial! betapa santai kau menandai waktuku di sana. kau sejenis kalender yang bedanya adalah kau bisa berdetak, sekalipun lirih aku bisa mendengarmu mengancamku: "Selamat petang sekarang adalah pukul delapan lebih sekian, dan aku tahu perutmu melilit lapar, apa lagi yang kau tunggu! segera makan, lalu tidur, besok kau harus kembali bekerja!" Asu.

Baca selengkapnya »

Cahaya lilin dalam kelam

Menyeruak membius dendam

Tiupan angin menyelimuti cahaya

Mereredupkan,membinasakan

 

Cahaya lilin dalam kelam

Mengendap keindahan fatamorgana

Tiupan angin menyamarkan cahaya

Hadirkan sesal,luka dan kehampaan

 

Cahaya lilin dalam kelam

Terbius,membungkus raga berdarah

Baca selengkapnya »

Suara bedug menggugah hasrat

Segera......kaki-kaki rapuh menapak senja

Langkah berisik wajah memelas

Menyeruak hasrat hati diselipi doa

 

Allahu Akbar....Allahu Akbar.....

Azan berkumansdang,semangat terpacu

Berpacu peluh melalui awalan

 

Wajah bersinar,kulit berlipat

Baca selengkapnya »

aku ingin kau berjalan dengan sabar, setapak demi setapak menyusuri pori-poriku, memeriksa setiap helai kata yang kutanam di sana, yng kau sirami dengan do'a di setiap malam menjelang kau mengistirahatkan kelopak matamu yang mulai berair. aku ingin kau berjalan dengan sabar, selangkah demi selangkah. menandai semak-semak kalimat di sepanjang lidahku yang mulai susut maknanya.

Baca selengkapnya »

yang kutuliskan adalah kata yang terbelah menjadi dua, seandainya kata itu adalah wajahku, atau wajahmu, akan kutempatkan di manakah? di sebelah barat tak ada toilet yang di dalamnya ada ikan berseliweran, di timur aku menanam seonggok limbah di piring.

 

Baca selengkapnya »

Kala malam yang bersemi indah tiba kita bersama

Berdua, aku dan kau juga Dia yang pasti ikut serta

Memandang lampio-lampion langit yang bercahaya

Berjalan menyusuri lorong malam di bilik sunyi

Kemudian terbang memeluk mimpi yang sedang berterbangan

Menggapai cahaya putih di sebuah kedai indah

Tempat ribuan mimpi indah yang berhembus manis

Baca selengkapnya »

Senja terbias sempurna

Kilau surya menjadi lukisan keagungan Sang Pencipta

Meski redup cahayannya

Tapi mengantarkan seribu makna

Hanya cukup satu kata yang bisa mewakili semuanya

"Indah"

 

 

dormir princesse

2011

 

Waktu tak henti berputar dan terus berpacu

Ketika datang mendung

Langit dan awan-awan saling bergelutan

Hingga senja hadir seakan sambil berenang

Ruang senja yang basah

Cukup indah untuk sebuah rebahan keluh kesah

 

 

2012

 

Orang-orang itu

Akar rakus status

Injak-menginjak

Menginjak-terinjak

 

Orang-orang itu

Batang pemuja kedudukan

Hantam-menghantam

Menghantam-terhantam

 

Orang-orang itu

Tangkai penjilat jabatan

Tusuk-menusuk

Menusuk-tertusuk

 

Baca selengkapnya »

Hidupku kini

Kau yang hancurkan

Meluluhlantakan sketsa hidupku

Tersungkur ku dibuat mu

 

Hidupku kini

Titik akhir kematianku

Terbunuh di atas persepsimu

Menunggu kau kubur wujudku

 

Hidupku kini

Jengkal nafasku telah tiada

Denyut nadiku t'lah kau renggut

Baca selengkapnya »

LELAP FATIHA DALAM TIGA MATRA WAKTU (matra satu) Menatap lekat lelapmu, Fatiha tersentak aku pada poros waktu merajut kenang masa kanak dalam desah dingin angin gunung mengecup pucuk-pucuk tembakau menyenandung kidung malam pada denting dawai dari gerai rambut ibu kasih, begitu dekatnya, Tiha.

Baca selengkapnya »

PUTING PAYUDARA DURGA

 

 

“Berjalanlah Aswatama, berjalanlah sebenar-benar jalan,

usah kau tekuk lehermu kembali ke belakang

masa lalu slangkah riskan dipandang

Luruslah.

Tetaplah dicita semula. Bunuhlah Parikesit tumpas

Pandawa”

 

(Gemerutuk geligi Bathari Durga. Mendesis.

Baca selengkapnya »

Poetry Project

Ditulis untuk kawan yang,

“memperhatikan pelita bercahaya di tempat gelap,

 sampai fajar menyingsing

dan bintang timur terbit bersinar

dalam hati.

(II Petrus 1:19)

 

Baca selengkapnya »

terlihat masih ada tetesan tetesan air hujan yang berjatuhan di dedaunan pohon,,
terdiam dan teringat akan hal memory dahulu yang pernah ku lalui..
walau pahit itu semua adalah bagian dari hidupku,dan semua keindahan yang takan pernah ku lupakan..

Baca selengkapnya »

Saya sering kali menyesal 

sebab tak mampu memahami 

Baca selengkapnya »

:selamat hari Kartini (semoga lekas sembuh!)

 

o Kartini yang ibumu yang ibuku.

 

o Kartini yang ibumu yang ibuku yang gak mau dibilang cuma ibu-ibu,

hari ini semua jatuh cinta padamu.

jalan-jalan dinamai namamu.

anak-anak dinamai namamu,

dilahirkan atas namamu.

Baca selengkapnya »

Telah lama aku mengenalmu..
Tetapi baru skrg kusadari kesempurnaanmu..
Waktu saat bersamamu sangat berharga bagiku..
Setiap detik kuingin selalu melihat dirimu..
Hadirmu selalu bisa menjadi energi bagiku..

Baca selengkapnya »

Tak kutulis sajak dengan pena, yang akan mengering lalu hilang dan terlupakan

Akan Tetapi kan ku tulis sajak ini dengan cinta, yang akan selalu mendebarkan dada

Menelusuk hingga ruang terdalam dalam rindu yang ku punya

Hempaskan pilu hadirkan bahagia



Tak kutulis syair dengan kata, yang akan hampa bila tak bermakna

Baca selengkapnya »

Indahnya hidup tak pernah ku duka

Sakitnya hidup tak pernah ku kira

membawa suka saat kau ada

membawa luka saat kau tiada

mata terpejam saat kau menghilang

mata terbuka saat kau tiba

semua ini tiada guna

bila kau tak bisa

menjadi apa yang kau dampa

hanya karena kenikmatan sesaat

sekedip mata

Baca selengkapnya »

“Tuhan, biarkan saya membahagiakan orang-orang yang saya cintai.” Gumam si anak yang sedang mengocok tepung dan kuning telur dalam satu adonan.

Sang ibu sibuk mondar-mandir, memberi instruksi, dan menyiapkan air hangat untuk ayah mandi.

Baca selengkapnya »

Aku rasa aku tak akan kalah oleh kehampaan ku yang tak terbatas

Aku tak ingin sangsi oleh keterpurukanku yang tak berati

Aku tak lagi menyerah dalam kelemahanku yang naïf tak suci

Aku terkendali  menyibakkan kemunafikanku yang hidup bagai saudara tiri

Aku berdikari atas matinya sanubari yang hina lagi mati

Baca selengkapnya »

Puntung globalisasi berserak diatas kertas pembangunan

Modernisasi menyebar baunya ke segenap tong intutusi.

Fundamentalisme nilai tumpah ke kemeja konsumarisme

Tidak ada lagi dialetika kolektif karena mati dikuburan mini-narasi.

Lembayung sore menjadi puitik ditengah panasnya polusi ibukota

Baca selengkapnya »

KAKAK........

Di sinar matamu

Memancarkan kedamaian

Di senyum manismu

Memberikan kesejukkan

Di tutur lembutmu

Ku temukan ketenangan

Semua itu kurasakan

Baca selengkapnya »

Terasa pillu saat dirasa
terasa sakit saat teringat

berharap waktu kan sama

seperti yang terasa amat bahagia,,

sakit tergores terasa

ingin ku mengubah segala

agar ku bisa

seperti yang

dulukala,,,

Tetapi apalah daya

semua ini hanya Engkau yang bisa

tuk mewujudkan semua
Tapi hanya satu yang bisa ku coba

Baca selengkapnya »

Menyapa angin tertiup sayup

rembulan malam meratap indah

riang hati terasa beda

saat

ku tahu

betapa...........

betapa............

dan betapa besar karuniaMu

yang Kau berikan padaku,,,,,,,,,,,,,,,

Percuma dunia seindah surga

meratapi kesunyian heningnya malam

kau tak tahu apa arti sebuah kenikmatan

dikalau dekat jantungmu tak seirama dengan langkahmu

dia tak bisa sepertimu

dia tak sanggup menggapaimu

dia tak mugkin menyapamu

dia selau

Selalu

dan selalu

merintih merenung membayangkan

Baca selengkapnya »

 

Dalam rintiknya hujan hari ini

dan riuh suara manusia

Aku melihat apa yang aku lihat

Dirimu terlukis jelas di bola mataku..

Hatiku seakan tak mau beranjak

Karna aku tau hal inilah yang dapat mengindahkan hariku..

 

Hembusan angin pun merasuk tubuhku

Sembari burung berdendang

Baca selengkapnya »

perasaan apa yang seperti ini?

marahh, emosii, ragu, gregetan!

huuuuhhh...

rasanya ingin teriakkkkkk!

harus bagaimana?

Saling membuka diri dan hati, bagiku bukanlah hal yang indah.

ketika 2 hati yang berbeda bertemu, membuatku seringkali terjatuh..

 

Sampai pada titik tertentu, aku berfikir..

Angin yang pernah aku rasakan dalam perjalanan hidupku

tak mampu menghilangkan perasaan ini.

Jika orang berkata CINTA itu indah

Baca selengkapnya »