Ke Atas ^
  • Senja Sayu

    Masih ingatkah, Nona
    Saat kita berkejaran memungut kerang-kerang
    Dan berebut dengan ombak
    Lalu kau tersipu
    Melihat gelombang lebih cepat
    Memagut kerang-kerang itu

    Kupastikan ada senyummu, Nona
    Kala kudapatkan matahari mulai malas
    Menyinari
    Kemudian senja merah jambu
    Bergelut di hati kita
    Sembari menghitung camar yang tinggal satu-satu
    Kuhela kau pada dekap erat
    Dan bersandar
    "Mungkinkah abadi, Bang?"

    Kupastikan ada gelisahmu, Nona
    Ketika camar-camar enggan mengusik angin
    Hanya debur ombak yang tetap setia
    Lantas kutatap wajah ayumu
    Mendung mengiringi dekap kita
    Malam juga mulai mencuri waktu
    "Itu juga pertanyaanku, Nona! Jawabku sangsi

    1997-2013


    | Link | Dibaca 519 kali
memuat Disqus ...

Diatra Bulan Ini



Almanak