SEKOLAH BATU-BATU
PUISI A.GINANDJAR WILUDJENG
SEKOLAH BATU-BATU
; S.P.R.T.O.
Kumamah segala
Senin . Selasa . Rabu . Kamis . Jumat . Sabtu.
Kuterdampar ditepi Minggu.
Kukunyah segala
Senin . Selasa . Rabu . Kamis . Jumat . Sabtu.
Kuterkapar digigir Minggu
Aku pergi ke sekolah
Kueja huruf-huruf ngambang
Kutelan rumus-rumus luntur
Kulafadzkan kitab-kitab hampa, tercebur dikedangkalan tinta
Hingga lupa warna matahari, lupa desau pergantian musim
Kutelusuri segala tanda baca
Aku menyela dikoma, melongo pada titik dua
Terhimpit ; kurung buka-kurung tutup, mati
Tersendak-ku di seru
Berlari di strip
Berjingkat pada titik-titik bersambungan menjadi jejalan patah-patah
Entah kemana menuju
Terhenti ku dititik, hampa
Tanda tanya tak boleh digunakan disana, tak tahu kenapa.
Aku dihimpit senin
Aku digodam selasa
Aku dilindas rabu
Aku digerus kamis
Aku mual di jumat
Aku muntah di sabtu
Lunglai diminggu
Dan Toga hanya berisi :
kepala batu, otak batu, telinga batu, mata batu, hidung batu, mulut batu, muka batu,
tangan batu, jemari batu, perut batu, kelamin batu, kaki batu.langkah batu, hati batu, pikiran batu, jiwa batu,
Yogyakarta, 21 September 2007




ketika berbicara fokus maka konteksnya adalah penguatan dalam pengulangan kata yang dipakai
saya sangat tertarik dg puisi di atas, terutama karena cara dia mengatur tanda titik dan koma
kenapa pada hari ia menggunakan titik
kenapa di kepa batu ia pakai koma
membaca puisi ini juga mengingatkan saya pada puisi hasan aspahani
yang tentang wisuda itu
keren
http://reinvandiritto.blogspot.com
untuk sebuah kebebasan yang tak memiliki dirinya sendiri
" dengan kritik dan saran seseorang akan tahu keberadaannya.."
maturnuwun..
salam sastra.
a.ginandjar wiludjeng.
kok bagus bangget sih