Menelusur senjakala peradaban
Remang dan melenakan
Orang-orang begitu terlatih menekan tombol
Menyederhanakan ruang dalam tabung bergambar
Menghemat gerak tubuh dan kerja otak
Berbudaya, modern, dan bertimbun lemak
Orang-orang ramai beribadah di pasar swalayan
Membeli tuhan dalam plastik kemasan
Katanya, tidak repot dan mudah diawetkan
Cocok untuk suguhan tamu tak diundang
“ Belikan aku gincu dan beha mama
Dadaku sudah menjulang dan berbahaya
Sudah punya kuasa atas mata pria
Sudah punya lisensi menguji iman mereka “
“ Belikan aku kondom rasa durian papa
Agar aku jadi pria dewasa
Agar aku mengerti arti dari cinta
Apakah ia memang hal mulia atau sama saja
seperti barang konsumsi lainnya “
Orang tua asik bermain barby
Dan anak mereka adalah bonekanya
Di dandani, diperlengkapi begitu rupa
Namun jiwanya tetap entah kemana
Mencumbui senjakala peradaban
Dihisapnya segala kesejatian
Orang-orang ramai mengabdi teori kelas tinggi
Para cendekiawan menjadi nabi zaman ini
Ijazah sekolah adalah obat mujarab
Penyembuh bermacam penyakit tanpa operasi
Anak-anak sibuk belajar berkelahi
Dari game ps dan acara tv
Saat ditanya kalau besar nanti mau jadi apa
Serempak menjawab : Mau jadi ninja..!
Orang-orang begitu dahaga akan cinta
Yang muda mencarinya dalam lirik lagu
Dan menemukannya di ranjang bersuara
Yang tua mencarinya dalam kenangan lalu
Dan menemukannya di tubuh orang muda
Menelusur senjakala peradaban
Makin pasti kusimpulkan :
Menjadi manusia memang merepotkan…



memang sistem-sistem di Indonesia sudah canggih tapi kulturnya belum. Anda cukup cermat juga ya.