Mendulang Tanda
Pada kebenaran,
Aku berharap.
Terus berharap,
Terus berharap,
Terus berharap.
Bila Kesalahan tiba.
Aku pun
Mendulang tanda.
Pada kebenaran,
Aku berharap.
Terus berharap,
Terus berharap,
Terus berharap.
Bila Kesalahan tiba.
Aku pun
Mendulang tanda.
ak pernah berharap pada kebenaran,
selalu berharap ,kbnran itu akan terungkap,,
sampai kapan pun ,aku tetap berharap,
tetapi, harapan ku itu langsung hancur,
krna suatu hal,
sejak itu, aku berhenti berharap. . . .
Saat kau berhenti berharap, sayang!
Saat kau lelah dengan harapan
bercintalah dengan dirimu, dengan begitu-
kau bercinta denganku.
Sembari kau berhenti berharap, sayang!
bacalah puisi "For You" karya Walt Whitman
dan disana kau bisa taruh lelahmu
dan tak ada alasan, mengapa kau tak bisa taruh kepalamu didadaku.
Untukmu, dan hanya untukmu
ku kan menyanyikan lagu,
lagu-lagu salju Sitor Situmorang yang ayu
dibawah angkasa tropis yang biru.
untuk lagu,
mengapa tak pula kau nyanyikan untukku?
maafkanku sayangku
judul puisinya aku ralat dari "For you"
jadi "to You"
marahlah padaku
asal tak kau hentikan nyanyianmu itu