Sajak Manusia Kelengking : “Manusia Emas”
Semua yang ada pada mereka memukau seperti mutiara, merekah bagaikan bunga, menari dipucuk-pucuk cempaka, memutih, memerah, merona kesiangan bagaikan mereka semua kesempurnaan-Nya
Nasib t’lah tergores merangkai tautan hidup, melambai diterpa badai, kebasahan diguyur hujan, kepanasan disengat matahari picik. Itu yang mereka sebut kesempurnaan nasib-ku.
Mereka melancarkan gelak hingga merambat tebing surga yang memecah gendang telinga-ku. merintih akan sengit kedurjaan nan sangat...malang... Walaupun ku s’lalu berdoa kepada-Nya, meminta kemuliaan-Nya untuk-ku bertaruh darah pada mereka yang kehausan gelak tiap malam...
Dan ketika mereka berjalan diantara keterjalan yang busuk mereka umpakan kami sebagai sayup merpati bisu yang meminta dilepaskan dari jerat kelaparan, terkadang mereka acuhkan sayup bisu itu dengan cuilan mukjizat, yang bagi mereka suatu anugrah untuk melapaskan kurungan damai kami, dan kami kan terikat kepada gerombol kebebasan sadis itu...
Dan...Yang mereka tahu, aku bersama Tuhan-ku mengikuti mereka yang amat kuasa... Yang mereka tahu, aku dan Pengikut malangku pergi ke kota mereka dengan alam lama yang bodoh terseret angin pun ikut... Yang mereka tahu, aku adalah sarung parang yang kebal akan bilah lidah mereka. Yang mereka sadari, aku adalah beo merdu yang terbudak untuk keabadian emas mereka... Yang mereka tahu, Tuhan-ku selalu bersama ku walau mereka berada diantara pepohonan hitam suram yang menerkam siang... Yang mereka lakukan adalah menjadikan aku jari kelengking yang Agung laksana raja kurcaci dinegeri “Romusa” selamanya...
Dan... Yang mereka tidak tahu, aku s’lalu berkata, “Kapan Aku Menjadi Manusia Emas itu?”




=D>
wow...
salam kenal,
Manusia apapun yg kau harapkan pasti akan terwujud
karena kau tlah yakin bahwa Tuhan-mu slalu ada
teruslah bermimpi....
Tino