DONGENG SIANG BOLONG (MANTAN) BURUH TANI
For; Mbah Wandi
di jilatan ujung rambut
panas matahari
mata kaki terbenam
tanah pecah-pecah
ditunggui ocehan pemilik sawah
dan keluh kesah
“kenapa panen tak jua raya?”
dan tengkulak yang
bersiap pelit for the sake of surplus value
dan kesantaian melinting kumis
buruh tani,
kami ini cuma perkakas,
penyodor nyawa bagi tanah pecah-pecah
pelicin ujung pacul
pengganjal gagang arit
badan bukan lagi milik mereka
hanya seonggok daging terpanggang
obyek penindasan
pasar gonjang-ganjing
dan stabilitas harga gabah
yang sejauh utopia
nasib hanya seluas hektar sawah
nyawa hanya sepanjang siang yang
sudah tergadai
keluh harus berbentuk peluh
keringat mencuri semangat
buruh tani,
diujung hari harapan mu
berlari
diujung pematang anak mu
masih bersuara lantang
percayalah satu hari
jiwa dan raga bakal jadi
milikmu lagi
alwiTHELONEWOLF
Early Oct ‘08



