ELEGI FABRIKASI
sepanjang tubuh dan nyawa
berdebu menjadi debu,
diterbangkan tinggi tinggi sekali
menjadi mitos dan dongeng,
dongeng yang tak mungkin membuat anak-anaknya cepat tidur,
malam anak-anak buruh sepi dibisukan
seperti pelataran pabrik-pabrik
mencekik dengan lembur
yang berbanding terbalik
dengan profit, nilai lebih dan kerja perlu,
24 jam tubuh dan nyawa digadaikan pada
lidah-lidah culas mesin-mesin produksi dan jarum jam yang
berjalan tak pernah terlalu cepat,
lidah-lidah kepanjangan sabda-sabda pembagian kerja
penghalusan dari eksploitasi bergilir,
mati terbujur bergantian menuju hilir,
hilir yang jauh,
jauh setelah menjadi bulan-bulanan
produksi, distribusi dan konsumsi,
semua adalah bahan baku,
semua adalah komoditas,
sepanjang tubuh dan nyawa
berdebu menjadi debu,
diterbangkan tinggi-tinggi sekali,
dikubur dilangit tertinggi,
bersama samar-samar teriakan protes,
disumpal corong-corong pabrik yang harus terus mengepul
bertopeng kontinuitas dan produktifitas,
debu memang debu,
debu maka menggumpallah,
membatulah,
sumpal corong-corong eksploitasi!
alwiTHELONEWOLF
End of July ‘08



