KAU TAK TAMPAK LAGI DI PETA INDONESIA, HAI PETANI!

 gambar Alwi Atma Ardhana
8
Penilaian Anda: tidak ada Rata-rata: 8 (1 suara)

ujung-ujung padi kini jauh
dari tetesan peluhmu
rupanya kau telah angkat sauh
berganti arah

aku tak bisa lagi membaca lelahmu
kala lumpur dan tapak-tapak kakimu
pecah dan terbelah

bukankah pematang-pematang ini cukup lebar?
kalau hanya untuk sekedar ceret dan gelas saat tinggi matahari

bukankah rerumputan di pinggirannya masih cukup hijau?
kalau hanya sepetak cengkerama kau dan anak-anakmu

bukankah nyanyi garengpong masih ramah?
kalau hanya untuk teman menunggu

tapi mereka cuma lukisan abstrak
dongeng negri agraris
dongeng agar dada tetap membusung
: Jawadwipa!

dan kini pacul harus diangkat tinggi-tinggi
musuh bukan lagi tikus
ular dan wereng sudah terseret arus
lantas apalagi?

sawahmu kini terbuat dari
panas matahari kota
bengus wajah PHH
dan secarik surat sakti menteri
yang tak mampu jua kau sobek

sawahmu kini keras
kering dan tanpa ampun

“padi-padiku memang kuning dan merunduk,
namun ketika diinjak-injak
tak akan malu tertunduk
tapi berani dan menunjuk!”

alwiTHELONEWOLF
early January 2009
PAKER

 gambar ivan
ivan:

Udah gitu kalo hujan sekarang kebanjiran. Wah...susah-susah. Saya nggak bisa bayangkan kalau saya bertani. Nggak tahan! Bisa gila! Nggak akan bisa nunjuk-nunjuk gitu...

Puisi yang sangat bagus mas Alwi! Smile Salam kenal ya...

 gambar ginthink
8

knp kau tak mampu "mer0bek krtas" itu??
s'bnr'a pemerintah lah yg suda merebut,
"pematang-pematang" t4 ak dn ank q brmain!
shg ak tak mampu lg,
bertani,
yg hny btuh "ceret dn air saat matahari tggi,"
lagu "garemp0ng" masi senantiasa q dendang kn. ,

namun. ,sekuat apa pun ak b'juank. ,
ak ttp kalah melawan "nya"

salam_ginthink