REFORMASI
segepok mesiu masa lalu,
meledak dalam jerigen minyak kosong,
bertebaran
tiga puluh tiga provinsi
dalam 'eruption of democracy'
segepok mesiu masa lalu,
meledak dalam jerigen minyak kosong,
bertebaran
tiga puluh tiga provinsi
dalam 'eruption of democracy'
puisi "protes" pendek ini membuat saya mengkhayalkan sebuah sejarah. sejarah yang "segepok mesiu". pemilihan frasa kata benda yang menitikkan makna utamanya pada "mesiu" menohok pembaca, setidaknya saya. bubuk mesiu adalah bumbu pembunuh utama perang (jajah) klasikamoderenis -- yang dimunculkan dari pemikiran intelektual bangsat yang menyangkal makhluk jajahan adalah manusia. mesiu dari Peranggi dan Ispanya dan Inggris dan Olanda lah yang menaklukkan Bandar Malaka, Bandar Tuban, Demak, Mataram, Maluku, ... Nusantara. adalah Alfonso d' Albuquerque, dengan armada laut yang senantiasa meneriakkan "Mariam" (yang lalu menjadi nama Melayu dari sebuah senjata pembunuh-musnah-hancur, sekarang "meriam") yang memakai mesiu sebagai bubuk magis pelancar penaklukkan mereka: oh gospel globe gloooooooria.
"jerigen minyak kosong" cukup menarik untuk dibaca relevansinya dengan kondisi stagnan yang panggah (konsisten) sekarang ini. "minyak", saya membacanya BBM. jerigen itu kosong, tapi meledaklah "segepok mesiu masa lalu" di dalamnya. meledak dalam artian KOSONG! buat mereka butuh dan taklukkan! lalu berikan mereka "tiga puluh tiga provinsi" agar mereka merasa bahwa ledakan itu benarlah maknanya: demokrasi.
mengapa "eruption of democracy"? ada yang menarik nalar saya dari cara penulis mengubah mendadak kode bahasanya: dari indonesia ke inggris. "democracy", hmm apa yang mengingatkan kita pada lema ini? Amerika? bisa jadi. seperti itulah, buat mereka butuh lalu taklukkan -- dan ciptakan kosakata bermakna kosong semacam "demokrasi" agar kaum pandir itu lengang teriakan protesnya. tokh mereka sudah punya "tiga puluh tiga provinsi", yang otonomi pula. hahaha... kosong lagi kosong lagi. Reformasi? Njuk ngopo??
salam,
ginting
negara kita sebuah bentukan dimana bukan kita yang membentuk secara penuh dan utuh. dalam sejarah bangsa Indonesia sudah banyak kebijakan-kebijakan yang disetir oleh negara adikuasa Amerika atau Belanda lewat VOC sebelum 1945. bangsa Indonesia pernah dibentuk (diluluhlantakkan) di Aceh oleh Belanda dengan Pasukan khusus Marsose-nya, pernah juga disetir dengan dalih demokrasi saat melepas Tim-tim dahulu lewat jajak pendapatnya dan alam ranah ekonomi pernah mencuat sosok-sosok dalam pemberkatan Suharto yang dijuluki Mafia Berkele yang notabene robot bangku perkuliahan Amerika. puisi pendek ini mencoba melihat transformasi cara-cara Barat (politik, ekonomi, direct war) dalam usahanya membentuk Indonesia yang sekarang. indonesia yang sekarang adalah Indonesia yang kebablasan dalam mengadopsi ide-ide Barat karena ketidaksadaran bahwa indonesia itu bentukan Barat, sehingga meledaklah indonesia dalam euforia demokrasi ala Amerika dan berpikir mereka on the right path of their own. insane!!! hehehe...
mas, yang diatas tadi itu ide dasar saya menulis puisi protes ini. saya senang sekali dengan pembacaan mas Ginting. telaah historisnya detail banget. hehehe.