HATI BERTUANKAN CEMBURU

 gambar hendra husaini hakim Sag
4
Penilaian Anda: tidak ada Rata-rata: 4 (1 suara)

entah mengapa hari ini aku begitu membeli kesumat.
entah mengapa hari ini aku begitu menatap tajam.
entah mengapa hari ini aku begitu mendidih.
padahal dulu aku selalu tertunduk dan pemalu.

gerangan apakah riwayat nya.
camar pun masih berkicau dan bertanya padaku.
ku lempar tanya pada hati.
namun sang hati hanya selalu tertunduk.

ku jatuhkan pandangan ku dan pejamkan mata.
mencari arah yang seakan hilang dari kepastian.
rajuk pun telah menggugurkan ranting asa ku.
hingga tiada dapat ladi terfikir akan lorong yang terang.

mengapa curiga teramat dalam.
mengapa hati bertuankan cemburu.
hingga mentari enggan bersinar di pagi dan siang.
sampai hangatnya enggan memeluk kita.

ingatlah...........akan perjalanan kita.
yang masih teramat jauh untuk di tempuh.
jangan pernah berfikir selain kita.
atau kita berfikir tentang mereka.

 gambar Jiwang Muhtadin
4

Kalau karang punya pilihan
Entah ia tak ada di sana
Kalau abang berdaya tahan
Entah apa berdetak putus asa

(salam kenal bung hendra husaini)
wah2 puisinya penuh dengan amarah euy, pemilihan kata yang bagus..tapi setetes embun memang bisa menumbuhkan rumput yang kerdil lho?? so jangan ada putus asa untuk kehidupan yang lebih baik.

 gambar hendra husaini hakim Sag

makasih bung roil atas comment nya...

syair,puisi,sastra jika tiada cerita tiada pula sentuhan yang dapat menegur hati para pembaca.
apa yg aku tulis dari dalam sastra selama ini adalah perjalanan dari hidup aku.
semoga sukses dunia sastra kita.

 gambar Jiwang Muhtadin
4

Owh begitu rupanya...

darimana pun inspirasi sastra kita...tetap harus terus berkarya. Mari memberi semangat dalam mencipata

Iya semoga sukses untuk dunia sastra kita. ;;)