Jerit Tangis Malam Kamis

 gambar Jiwang Muhtadin
0
Penilaian Anda: tidak ada

karya Roil Muhtadin
Jakarta, 24 Juni 2009

Kau dengar suara itu, kawan
Jerit tangis di malam kamis
Adakah sakit kau rasakan?
Pembalakan hutan liar secara sadis
Tinggalkan luka, hutan kami semakin tipis
Adakah hatimu teriris, teman

Saat mata dunia terpusat pada krisis,
Santai saja, hutan mereka kikis
Atau ketika parlemen berpolitik
Mereka sibuk mengkritik,
Memang tak tahu malu

Pernah kau lihat hutan Kalimantan,
Atau hutan bakau pinggir pantai Sumatera,
Berdalih kebutuhan papan,
Sembunyi, mengatas-namakan pariwisata
Kau tebas habis, makin menipis hutan ini

Jerit tangis malam kamis,
Semakin pedih hatiku, sobat
Bukan tentang darah yang mengalir deras
Ketika kontak senjata dengan dahsyat
Bukan sekedar wabah malaria dengan kina-nya
Apalagi kemarau panjang, itu biasa

Jerit tangis malam kamis,
Ini rintihan dari ratusan hektar pepohonan
Ribuan kubik getah karet, habis
Kayu berton-ton berguguran
Pada hati siapa dia tersedu sedih
Pada kita yang masih punya hati nurani

Belum lagi pulih, hutan kita
Dari tangan rakus para pemburu kayu
Sudah berdatangan kobaran api menyala
Kebakaran membumi-hanguskan,
Kenapa mereka tak mau tahu?

Alam kini tak lestari,
Tak peduli dunia berkata
Ego mendesak segalanya pada diri
Semua karena ulah manusia
Eksploitasi, tak mau ia mereboisasi
Sewajarnya mereka masuk rehabilitasi
Agar terselamatkan hutan Indonesia

Mari selamatkan dia,
Hingga tak ada lagi efek rumah kaca
Tentram damai di jiwa
Jerit tangis malam kamis pun mereda
Semua ikut merasakan keindahan dunia,
Hati berbahagia

 gambar murni

iya tuh di riau ya tempatnya race sky kebakaran hutan

 gambar Jiwang Muhtadin

Yoooiiii,,,,

 gambar Alwi Atma Ardhana

ada sebuah sistem 'legal' yang menopangnya dan itu harus dilawan

 gambar Jiwang Muhtadin

Iye harus ditumpas abis....sampe akar-akarnya...kalau untuk yg seperti ini harus dihadapi secara radikal pun tidak apa-apa....

 gambar race sky

lalu sawit sawit sebagai gantinya...
reboisasi yang berlandaskan korupsi..
akhirnya paru paru kami sesak kabut asap...

 gambar Jiwang Muhtadin

Iye bro...bener tuh...