Jerit Tangis Malam Kamis
Tanggal Publikasi: 27 Juni 2009
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: jeritan hati
karya Roil Muhtadin
Jakarta, 24 Juni 2009
Kau dengar suara itu, kawan
Jerit tangis di malam kamis
Adakah sakit kau rasakan?
Pembalakan hutan liar secara sadis
Tinggalkan luka, hutan kami semakin tipis
Adakah hatimu teriris, teman
Saat mata dunia terpusat pada krisis,
Santai saja, hutan mereka kikis
Atau ketika parlemen berpolitik
Mereka sibuk mengkritik,
Memang tak tahu malu
Pernah kau lihat hutan Kalimantan,
Atau hutan bakau pinggir pantai Sumatera,
Berdalih kebutuhan papan,
Sembunyi, mengatas-namakan pariwisata
Kau tebas habis, makin menipis hutan ini
Jerit tangis malam kamis,
Semakin pedih hatiku, sobat
Bukan tentang darah yang mengalir deras
Ketika kontak senjata dengan dahsyat
Bukan sekedar wabah malaria dengan kina-nya
Apalagi kemarau panjang, itu biasa
Jerit tangis malam kamis,
Ini rintihan dari ratusan hektar pepohonan
Ribuan kubik getah karet, habis
Kayu berton-ton berguguran
Pada hati siapa dia tersedu sedih
Pada kita yang masih punya hati nurani
Belum lagi pulih, hutan kita
Dari tangan rakus para pemburu kayu
Sudah berdatangan kobaran api menyala
Kebakaran membumi-hanguskan,
Kenapa mereka tak mau tahu?
Alam kini tak lestari,
Tak peduli dunia berkata
Ego mendesak segalanya pada diri
Semua karena ulah manusia
Eksploitasi, tak mau ia mereboisasi
Sewajarnya mereka masuk rehabilitasi
Agar terselamatkan hutan Indonesia
Mari selamatkan dia,
Hingga tak ada lagi efek rumah kaca
Tentram damai di jiwa
Jerit tangis malam kamis pun mereda
Semua ikut merasakan keindahan dunia,
Hati berbahagia




iya tuh di riau ya tempatnya race sky kebakaran hutan
Yoooiiii,,,,
ada sebuah sistem 'legal' yang menopangnya dan itu harus dilawan
Iye harus ditumpas abis....sampe akar-akarnya...kalau untuk yg seperti ini harus dihadapi secara radikal pun tidak apa-apa....
lalu sawit sawit sebagai gantinya...
reboisasi yang berlandaskan korupsi..
akhirnya paru paru kami sesak kabut asap...
Iye bro...bener tuh...