Satire
Jakarta, 3 Desember 2009
Najis!. Cuih!
Bingung plus benci menghadapi
Polemik negeri ini
Pemerintah sibuk siaga membela nama
Kesejahteraan bangsa
Kritik-kritik mengutak-atik pemikiran pola
Rakyat sejahtera?
Beh! dari sudut mana?
Bagi wong cilik kata Megawati
Lanjutkan bung SBY
Lebih cepat lebih baik, bukan begitu JK?
Siapa bisa pimpin baik ini negara, hah?
Aparatur negara saling melindungi
Aib tertunda takut diketahui
Kedudukan layak kontrasepsi
Hanya untuk kepuasan pribadi
Surga duniawi jadi ambisi sejati
Kekayaan pun berdaulat untuk diri sendiri
Bung!
Tak sadarkah teratai pun bisa layu
Dikemanakan hati muliamu
Lenyap dari pandangan karna bujuk rayu
Setan
Picik mata menatapmu angker
Kau bikin rakyat jadi geger
Oleh semerautnya hukum
Hanya undang-undang yang kau kulum-kulum
Tapi realita? terlaksana adil juga belum
Kami ini kasihan kau punya watak
Wabah biadab menjamur kelak
Nanti bala pada kita tertawa tebahak-bahak
Congormu mengobral dana kemanusian meledak-ledak
Hasilnya? sebagian kau sepak
Tabiat pemimpin jaman sekarang
Membabat hutan hantam karang
Licin seperti belut
Udah mirip lelembut
Oi!
Ini kami punya otak
Tak maulah kebebasan kau "betak"
Tak sudilah boneka kami dicetak
Aspirasi segenap bangsa
Yang tersebar di seluruh nusantara
Taubatlah sekarang juga
Biarkan jatuh hak pada semestinya
Supaya semua bisa tertawa bahagia
dan negara
Akan makmur berjaya



