Dan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring

 gambar johanes.koen
2
Penilaian Anda: tidak ada Rata-rata: 2 (1 suara)

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang memberi batas hanya dengan mengucurkan air kencing. Karena kamu hanya memberi tanda pada wilayah, bukan mendiskreditkan binatang yang lain. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka menandai kaum dengan mencetak kartu-kartu, lalu membuangnya, atau memisahkannya dengan tembok tinggi atas nama keamanan, ketertiban, keadilan, dan keselamatan negara.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang hanya mengaum untuk memperingatkan. Karena kamu hanya memberi tanda pada daerah, bukan hendak merendahkan binatang yang lain. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka memperingatkan dengan pencekalan, somasi, atau kekerasan yang dilegitimasi lewat peraturan peraturan. Lihatlahlah, kami manusia, yang memberi sanksi sekaligus untuk merendahkan martabat diri sesama kami.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang hanya makan dari apa yang telah dikodratkan. Karena kamu hanya memberi tanda pada apa yang seharusnya, bukan hendak menakuti bahwa engkau bisa memakan segalanya. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka mengupah buruh buruh tidak selayaknya mengupah manusia agar keuntungan berlipat dan kami mampu membeli daging daripadanya. Lihatlah, kami manusia, yang menghalalkan meminum darah dari mereka yang berbeda suku, afiliasi politik, ideologi, atau juga agama. Lihatlah, kami manusia, yang membuktikan bahwa segalanya bisa kami makan ketika kekuasaan itu ada.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang hanya kawin saat musim dan menyusui sampai anakmu telah siap makan daging. Karena kamu hanya memberi tanda bahwa kehidupan harus diturunkan, dipelihara, dan akhirnya merdeka. Lihatlah, kami manusia, yang mengawini perempuan dibawah usia, lalu memproduksi janda janda. Lihatlah, kami bisa mematerikan kawin, atau membeli kelamin kelamin. Lihatlah, kami manusia, yang juga membuktikan kemanusiaan kami dengan tidak menyusui karena menjaga puting atau mengejar karir.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring, yang tidak berkitab dan moral tak perlu dikawal lewat hukum negara atau adat. Karena kamu telah cukup tahu bagaimana menghidupi kodrat. Maka demikianlah kami gemar membunuhmu, mengambil taringmu, memakai mantel dan karpet dari kulitmu, karena kami benar mengerti, dengan kepunahan, tak ada yang tahu bahwa kami lebih buruk daripadamu.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring.

 gambar Jiwang Muhtadin
2

Daun pisang berwarna hijau
Lebih guna pembungkus lontong
Tuan berang karena harimau
Lebih garang politikus garong

Batu wadas bertadah kali
Lumpur surut air meninggi
Ratu ganas berdarah pati
Makmur perut liar sekali

(salam kenal johanes.koen) Not bad karya bang.
bener juga tuh...memang manusia bisa lebih hina dibanding binatang dikala keegoisan serta tak ada kepedulian apa pun terhadap alam...
kita harus banyak belajar dari mereka.

 gambar johanes.koen

salam kenal juga Mas Roil, terimakasih sudah mengapresiasi karyaku ini.

 gambar Jiwang Muhtadin
2

Mari kita terus berkarya dalam sastra. Saling memberi semangat untuk mencipta