Sajak Sejak

 gambar johanes.koen
0
Penilaian Anda: tidak ada

Sejak aku mencintaimu, tak ada yang berubah dengan apa disekelilingku. Pada pagi saatsaat aku sms dan kau selalu menelepon untuk mengantarkan selamat pagi, seperti biasa satudua tukang bubur atau lontongkari masih lewat walau sudah lama tidak daripadanya sarapan kubeli.

Sejak aku mencintaimu, tidak pernah menjadi benar bahwa dunia serasa berdua bagi insan yang ketiban asmara. Pesanpesan dinding dari facebookmu tidak mengubah dosen transmisi optisku menjadi pendendang bunga seroja. Matahari masih tenggalam di barat. Hari tak memanjang, tak juga memendek. Bahkan aku masih tetap harus membeli pulsa agar bisa menyapa,” Sayang, sedang apa?”

Sejak aku mencintaimu, pemilu masih terjadi dan partaipartai tetap saja sibuk berkoalisi. Sayangsayang kita tidak menurunkan nilai inflasi atau meredam flu babi yang jepang pun sudah terjangkiti. Nilai saham gabungan tidak serta merta naik. Dan pemanasan global tetap saja berjalan karena bukannya menanam pohon, tapi kita malah sibuk membeli mawarmawar tiap kita jalan di sore hari.

Sejak aku mencintaimu, es teh manis kesukaanku yang sekali duakali segelas berdua kita bagi, tidak mampu mendinginkan konflik palestina dan egoego yahudi di israel sana. Muahmuah kita tidak berkorelasi dengan bertambahnya lowongan kerja untuk satujuta pengangguran yang mestinya menjadi tanggungjawab negara.

Sejak aku mencintaimu, negeri kita masih kehilangan sehektar hutan tiap hari dan pendapatan perkapita juga masih nangkring di angka yang ituitu saja. Sajaksajak cinta dan sun pipi darimu tidak menjadikan ahmadiyah atau komunis diterima dengan tangan terbuka.

Sejak aku mencintaimu, tidak ada yang berubah dengan sekelilingku. Termasuk, apaapa yang sejak awal telah kau titipkan padaku.