Belada remaja

 gambar anak hijau
0
Penilaian Anda: tidak ada

Capung disimpang itu
Melambai-melirik beta
Dengan dusta masa lalu

Samar-samar menjelma gadis dalam mimpi
Yang memergoki remajaku
Lalu, membuangku ke kalangan masyarakat bawahan
Beralaskan kardus bekas penjajahan

Diam-diam aku merangkak
Menelusuri Lumpur dibawah jembatan
Untuk melapas perbudakan
Untuk menghapus kemelaratan
Dan untuk masyarakat bawahan
Agar tidak terus jadi dusta
Dan benar-benar jadi manusia

 gambar anak hijau

Ibu
Dzikir yang mengalir
Membuatku merinding menurunkan hujan air mata
Dalam ruang senyap pengap mencabut sukma
Atap dinding karatan lantai kusam menjerit jerit
Kemana akan kuteduhkan jiwa ini
Bila cahayamu makin menghilang
Bila matamu makin sayup
Mencabut langit yang menggambut

Ibu
Kemana aku akan mencarimu
Kemana aku akan mencari malaikat Tuhan
Ya.. malaikat Tuhan ibu
Yang telah membuatku jauh darimu
Yang membuat waktu kini menghitam
Menutup perjalanan menjadi kelam dan suram

Ibu
Dimana akan kumulai jalanku
Dari mana akan kumulai hidupku
Semuanya terasa gelap
Tidak ada yang dapat kulihat
Tidak ada yang dapat kuraba
Tidak ada yang dapat kujamah
Hanya gelap gulita makin mencekam mencengkram

Ibu
Kini hidup ku semakin asing memusing
Pergi dari dunia nyata
Pergi dari kehidupan
Menuju kegalauan
Berlari mengejar wajahmu yang semakin jauh

Ibu
Kesunyian kini makin menekan
Kegelapan mulai mencabik cabik tubuhku
Tidak ibu
Aku takut
Dimana cahayamu ibu
Dimana suaramu ibu
Dimana kasihmu ibu
Dimana kisah Tuahan yang kau kenalkan
Ketika aku masih tealanjang

Ibu
Dimana kisah agung itu
Dimana kekuatan kalam yang kau tanamkan
Dalam jiwa ketika waktu mejelang siang
Dimana..?
Ibu
Apakah kisah itu sadah dimakan waktu
Atau ini hanya kegalau jiwa yang di tinggal sukma

Ibu
Aku masih merindukan wajahmu
Seperti pagi meridukan tetesan embun yang suci
Seperti kemarau merindukan hujan
Seperti cita penghamba pada Tuhan nya

 gambar anak hijau

Angka-angka menari
satu
dua
tiga
empat
lima
Dan enam
Bersama pena hitam
Menciptakan irama tanpa batas
Dan, secarik kertas
Menjelma semi
Yang menghujani bumi
Dengan daun-daun kuning
Disetiap periode waktu.