MARI MELANGKAH
Sudah saatnya mengusap dua mata
Sudah saatnya berlari mendaki tangga
Dari podium-kepodium
Dari Masjid-kemasjid
Dari gereja-kegereja
Bahkan sudut terkecil di kota-kota
Karena hari sudah gelap
Kota tampak indah
Berhias bunga-bunga cemmpaka
Tempat mimpi berpeluk mesra
Tampa luka
Tanpa beban apa-apa
Hanya cinta yang berbunga
Depan masjid tempat berpesta
Bibir muda merah delima
Pipi jambu tua muda
Di persimpangan jalan kota
Cuma geratis melihat juga
Sudah saatnya kita menguba
Jejak langka yang nestapa
Mengambil kalam kekepala
Dengan semangat yang membaja
Agar bahagia hari tua.



