Pacarku Menulis Jagung
Kemarin lusa pacarku menulis jagung
Tak berharap tas rusaknya dilas
Untuk sekolah. Kapur dan papan tulis
Pun tak lagi dibawa satusatu
Dibawa ke rumah dijadikan pisang keju
Atau pisang goreng atau jus jambu
Atau susu teh atau sekadar es batu
Tapi setelah kemarin ia menggores
Kelas. Ia masih tetap pacarku
Tertawa melempar langit
Ke muka temannya
Cuma iseng katanya
Muka gurunya ia lempar hujan
Mukaku ia lempar ciuman
Sampai hujan menderas esok hari
Dan reda hari ini
Aku tak bisa bangun dari tidur malam
Pagipagi ia tanyakan pada angin
Padaku juga. Ini khusus untukmu
Kenapa Tuhan menciptakan jari-jarimu
Terpisah.
Aku tahu jawabannya. Aku tahu jawabannya
Dan aku sedang tertawa dengan kalimat bahasa
Yang salah kuberikan pada anak muridku
: mukaku ia lempar lagi dengan
ciuman !
Sore, 30 Maret 2008



