PUISIKU MALANG
PUISIKU MALANG
Kemana kan ku bawa puisiku ini
Kemana kan kubawa badanku kini
Kenama lagi harus kupercayai hidup ini
Setidaknya untuk menghibur diri
Kemarin aku masih menyaksikan pertumpahan darah anak negeri
Kemarin aku masih menonton orang politik berebut kursi
Kemarin ku lihat orang berebut cari posisi
Kemarin aku tidak begini
Karena kemarin kami demontrasi untuk demokrasi bukan cari nasi
Kini kulihat wakilku yang duduk di kursi
Ada yang pusing sendiri ada yang menunggu nasi
Ada yang serius berdiskusi ada yang sibuk menghitung gaji
Yang kutahu hanyalah meraka pernah berjanji untuk negeri ini
Aku juga bingung sendiri darimana meski ku mulai buat puisiku ini
Karena semua telah banyak kejadian yang terjadi disini
KaNDAS, Yogya, 16 Agus 2000



