For my friend to him
Terlalu bising ku mengujar suara,
Teramat rapuh aku diracun kata.
Untaian-untaian manis bibirmu menjerat leherku,
terjungkir balik dalam harapan semu.
Sangat sulit mendelete senyummu di ufuk mataku.
Cantikmu,
candamu,
begitu mewarnai cakrawala.
Sampai-sampai ku tersedak pahitnya kata,
meluluhkan semua harapanku.
Tinggal dirimu tentukan,
racun mana yang pantas untukku.
Biar mati trhunus tombak cinta




Kenapa ada comblang...... [(
Kenapa hidup harus bersama....
kemana raga ini bila tak mau berkata...
apa susahnya keluarkan suara tanpa perantara???
kadang hidup memang aneh adanya...
saat dapat nikmat tapi tak bisa bicara...
saat terjerat, penuh dengan kata-kata
saat terlewat mesti merana....
Kenapa kataku harus untuk dia...
apa memang jeritanku mewakili mereka...
apa betul aku sampaikan dari temanku untuk dia???
terserah lah...
hidup ini memang aneh..
kadang susah berteriak yang remeh
kadang susah bedakan antara jeritan hati dengan aneh-aneh
benarkah jeritanku untuk dia..
bukan karena usaha hilap muka..
untuk diri sendiri seolah dari dia.
padahal hanya hilap semata...
tak sedikit mak jomblang jadi bergelimang