AKU TENTANGMU
Aku mungkin merpati yang mendatangimu setiap pagi
Membawakanmu setangkai daun.. sebongkah remah roti
Saat mentari naik sebubungan...aku mengikuti jejek kehidupanmu
Berharap tercecer senyum....di sudut gedung tua, di tikungan batas kota
Pada separuh malam selewat senja, aku mungkin kelelawar yang mengintip mimpi-mimpimu.........
Berharap aku sekelebat di dalamnya...
Ah..! kamu sudah tahu betapa pahit rinduku, betapa sia-sia senyummu
Sumardiono, solo 3 oct 2009




SILAHKAN KOMENTARI PUISI SAYA. THX