MERAH MATA TOMBAK
MERAH MATA TOMBAK
pena rupamu penggalan kata
ini itu, ini itu, ini itu
semu berujung tandus
kata secercak taruhkan merah terkapar meruah
tatap si buyung . . . . .
mata itu tumpahkan telaga
sadarlah kesatria kesatria jiwa
khayalmu tandusnya rasa
dan ketika kami berbalik
bungkamlah sang pengecut
detak kami memang minor
tuntunan, dekapan, dan harapan
tentukan labirin ujung
kami sadar . . . . .
batang bambu tak mungkin semua lurus
karena ulatpun turut serta
kedutan bersama, karena tingkah kita bersatu pula sang saka
sum sum membaur putih mulai muncul
untuk itulah,
sertakan merah kami bersama mata tombak yang kau titipkan di pangkuan ibu pertiwi
by. Indra Saputra



