Bara dan Air
(1 suara)
Di sini aku terbakar menjadi bara
Oleh api anganmu yang tak kunjung padam
Haruskan aku leburkan diri agar tak lagi rasakan panas bara
Di atas tungku perapianmu yang menyala-nyala
Di sini aku basah tergenang
Oleh air matamu yang tak henti menganak sungai
Haruskah aku menjadi air
Agar dapat selami sungai air matamu yang terus saja mengalir
Atau mungkinkah bara dan air menyatu dalam diriku
Agar aku tak hangus oleh api anganmu atau hanyut dalam sungai air matamu...
Aku dibuat menunggu dan terus menunggu
Duduk di sini didepan tungku perapianmu
Rebah di sini dalam isak tangis air matamu....
By : akholily Ciputat, 9 Juni 2011




sendu sekali....bahkan pengalaman yang seperti itu, ketika dibaca yang lain, bisa jadi mengangkat kembali kenangan yang sewarna untuk kemudian menandai maknanya.
tanga tanda