Puisi-puisiku
Kepada Tuhan
Aku terus menunggui detik-detik menjamah pertukaran hari
Hingga jarum jam menyatu di puncaknya
Agar mampu kutemui Engkau
dalam galaksi antrean do’a yang tak terlalu panjang.
Menumpahkan ranting-ranting munajatku
Lelah terkumpul bersama airmata kerinduan yang membuncah di hadapMu
Tuhan,
Simpuh sujudku di lautan RahmatMu nan kudus
Tak mampu menawarkan dahagaku
dalam kalimah syauqi;
dalam rajutan cinta;
dalam bait-bait do’a;
dalam Asmaul husna;
padaMu, Allah Azza wa Ja’ala




sunggguh indah puisimu....