Perjamuan Senja
disertai ombak dan detik jam dinding, saat itu sore agak temaram. aku dapati kuning di ujung barat dan setengah lingkaran di ujung timur.
sedikit gelisah kemudian memainkan beberapa kata
sore menunggu kedatanganmu
kedatangan yang menjadi kegelisahanku satu bulan ini
sore dan pantai waktu itu
menjadi saksi perjamuan kita yang pertama
ya..perjamuan yang menjadi kegelisahanku, entah padamu
aku mendapati dirimu pada jendela setengah kaca
agak rupa sembari bercerita kala kilat lampu menyapu lesung pipitmu
matamu yang sering aku sebut telaga
bibirmu yang sering aku sebut merah jambu
sore itu aku memandangimu agak temaram
temaram yang menjadi lekat
pada nafas
pada angin
mungkin juga desiran ombak kala meyentuh pantai
sebagaimana aku ingin menyentuh hatimu.




"Senja" sepertinya menjadi topik, suasana, warna, dan lingkungan yang sangat sering muncul dalam puisi. Begitu pun, menurut saya, mungkin nada, pilihan kata, gaya metafora, dan alur yang dipakai dalam puisi-puisi "senja" sudah menjadi tipikal. Puisi "Perjamuan Senja" ini adalah contohnya.
memang demikian nampaknya. senja menjadi topik yang tak habis di eksplorasi sampai sekarang. saya sendiri menemukannya dalam beberapa poem kuno.
Matahun Wirhabumi