Kenangan (versi revisi)
Begitulah waktu berjalan padamu dengan rindu yang meronta-ronta. Masa peluh intim tanpa malu dulu hanya berbiak di ruang semu akan semakin kaburnya makna. Kadang kau ingin sekali melepas segala dan berujar pada waktu berharap untuk tahun-tahun yang akan datang. Tapi, tak ada yang lebih dari nuansa nuansa dan gejala gejala. Kau lari lagi dan terseret lagi oleh kemarin.
Tunggu aku, katamu dulu. Aku akan berlari mengejarmu. Kita akan berkejar-kejaran bagai bulan dan matahari di tengah lautan. Apakah kau lupa bahwa butuh sedikit pengorbanan? Apakah kau terlalu lembut untuk menggunakan pedang membabat rintangan? Perang. Pernak-pernik kenangan tak mau bebaskan diri melayang terbang. Adakah rindumu berkalang api membakar dada dan menghitamkan segala nuansa? Apakah kau masih saja merasa bebas dengan pakaian itu? Hidup memang tak lebih panjang dari kenangan. Dan seringkali kau takut untuk memilih warna baru untuknya.




dan semua saling berkejaran. mungkin lebih baik begitu daripada tidak
kenangan dan impian untuk berlarian mengejar...tidak akan terkejar..
Aku suka puisi ini.
duh....
jadi tergugu
membaca puisi ini
penuh madu...