lidah-pikir kami (2)
Kami telah kehilangan puisi dari mitologi
Dan segera kami berkalung kata-kata baru
sebagai hiasan yang mengikat leher kami
Kami lahir kembali sebagai
manusia yang kehilangan kata hati
Karenanya, kami mudah sekali mengamuk
Kami mudah sekali bertengkar dengan sesama kami
Tapi jangan takut:
Kami tak akan memusuhi segala yang cantik,
Segala yang indah,
Segala yang suci,
segala yang sementara,
segala yang menghilangkan beban kami dari berpikir keras
Karena derita, kami jadi buta warna




Karena derita, kami jadi buta warna....
karena sepi, kami mati disini.....
karena mimpi, aku ada disini.....