Reggae di Kampungku
Tentang integritas
Tentang hubungan aneh antara mencebur ke sungai dan menengadah ke langit
Tentang camar yang jadi mimpi dan gelap harapan
Lapar ini menggangguku
dan joget sedang tak memberi efek katarsis
sementara mimpi mimpi terus minta diberi arti
agar reda ketakutan ketakutan ini
Reggae-mu terus memancing goyangan pinggangku
tapi do’a tiba tiba muncul sebagai kutukan diri
sementara lagumu tetap saja menggertak bersama dangdut dari lagu lagu pop yang liriknya memuakkan dan menggelikan
Ah, aku bertanya lagi tentang arti artis dan gunung tinggi tempat celana dalam dijemur..
Kapankah kau kembali ke sini menatapku untuk beberapa detik saja?
lalu aku akan trance sebentar sebelum dicumbu keramaian
dan kau berubah jadi garang
Semua perjuangan melahirkan kelelahan tersendiri, kekasihku..
Taman bermain yang kita idamkan tetap tak lepas dari paradoks mencari kepuasan.
Seperti pagi ini
Seperti jogetmu yang tak bisa jadi lambang perlawanan buruh Negara pasar Negara dunia ketiga
Ah, ah, ah, kita tetap saja bermain main dengan lupa dengan kondom tak terpakai yang jadi bahan perenungan aneh setiap kali kuberkaca dan marah marah dengan kutukan genetis kaum pinggiran
Tidakkah kau ingat besok kita mesti melaksanakan upacara mengenang seorang pahlawan?




aku tidak ingat kapan aku terakhir kali benar-benar ingin bercinta...sepertinya memang saat aku harus menghormat pada komandan upacara dan bendera merah putih. membuatku terangsang.