Layang-Layang Janji
(1 suara)
Indahnya janjimu tak seindah hatimu
Begitu manis saat kau ucap
Namun sekejab hilang bagaikan layangan yang putus
Dan terbawa angin
Apa kau tak tahu sedihnya hatikusaat kau melupakan janjimu
Mengapa kauhanya mempermainkan perasaanku
tak mengerti kah kau hancurnya perasaanku
Kau hanya terdiam dan tak mampu b'riku alasan
Inikah yang kau sebut cinta?
Inikah yang kau sebut sayang?
Hanya air mata yang ada
Hanya kesedihan yang kau b'ri
Mana janjimu?
Apakah kau anggap ini hanya permainan?
Bisakah kau mengerti diriku?
Yang selalu berharap kau bisa tepat janji.....




=(( :SS
Etha yang sedang patah hati,
Baris pertama dari puisimu ini rancu. Coba perhatikan: "Indahnya janjimu tak seindah hatimu". Bukankah arti dari kalimat itu adalah "Hatimu lebih indah dari janjimu"? Nah, coba bandingkan pula dengan bait kedua dan keempat lainnya. Muncul ungkapan seperti: "Apakah kau tahu sedihnya hatiku saat kau melupakan janjimu"; atau "Mana janjimu".
Aku rasa seharusnya baris pertama dimulai dengan: "Hatimu tak seindah janjimu".
Salam.
NB: Cepat senyum lagi, ya.